Pertumbuhan ekspor jam tangan Swiss dilaporkan mandek pada Mei 2024. Kondisi ini terjadi setelah sebelumnya merosot selama dua bulan berturut-turut.

Federasi Industri Jam Tangan Swiss mencatat total pengiriman hanya naik 0,4% secara tahunan. Peningkatan tipis itu didorong oleh permintaan model bimetalik atau berbahan dua logam.

>>> Polisi Inggris Selidiki Dugaan Tindakan Asusila di Bianglala Download Festival

Sebaliknya, penurunan pengiriman terjadi pada segmen jam tangan berbahan baja dan logam mulia. Secara akumulatif, ekspor jam tangan Swiss turun 3,1% dalam lima bulan pertama tahun ini.

Dampak Konflik Timur Tengah

Konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu inflasi dan melemahkan sentimen konsumen. Gangguan jalur perjalanan udara ke Timur Tengah juga menekan penjualan di toko bebas bea.

Wilayah Teluk merupakan pasar potensial bagi produsen jam tangan Swiss.

>>> Amerika Serikat dan Iran Sepakat Akhiri Perang Lewat MoU Islamabad

Tahun lalu, nilai ekspor ke kawasan itu mencapai sekitar 2,6 miliar franc Swiss atau setara US$3,3 miliar.

Uni Emirat Arab menyumbang lebih dari setengah total pasar tersebut. Namun, pengiriman ke UEA justru merosot 13,5% pada Mei.

>>> Persita Tangerang Lepas 13 Pemain Jelang Super League 2026/2027

Produsen besar seperti Rolex dan Swatch Group AG sebelumnya menikmati pertumbuhan positif di kawasan Teluk. Kini, mereka menghadapi tekanan akibat konflik yang berkepanjangan.