PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur mengurangi pasokan listrik di sejumlah wilayah selama dua pekan terakhir.

Kebijakan ini diambil akibat penurunan pasokan batu bara yang mempengaruhi sistem pembangkitan.

>>> OJK Tetapkan Tujuh Direksi Baru BEI Periode 2026-2030

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Jatim, Dana Puspita Sari, menjelaskan bahwa kendala teknis pada pembangkitan menyebabkan volume pasokan daya berkurang di bawah lima persen dari total beban.

"Memang ini lebih banyak dikaitkan dengan kurangnya pasokan (batu bara) yang masuk, terutama di Jawa Timur dan beberapa lokasi Jawa lainnya," ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Sebelumnya, PLN mengomunikasikan pemadaman bergilir sebagai pemeliharaan infrastruktur. Namun, Dana menegaskan penyebab sebenarnya adalah kendala suplai batu bara.

Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.

PLN berupaya memberikan informasi pemadaman langsung kepada pelanggan terdampak, termasuk sektor pemerintahan, masyarakat, dan industri.

>>> Petugas Landis Sektor 5 Makkah Kawal Ribuan Jemaah Haji Lansia

"Kami mohon maaf bahwa kondisi ini mungkin membuat tidak nyaman sehingga pelayanan terganggu," kata Dana.

Terkait keluhan masyarakat tentang ketiadaan jadwal resmi, PLN beralasan bahwa dinamika operasional pembangkit sering berubah mendadak. "Karena kami mendapatkan informasinya mendadak, tergantung kondisi pembangkit.

Misalnya, tiba-tiba ada koperasi pembangkit yang harus keluar karena gangguan," jelas Dana.

Akibatnya, ketika pasokan terganggu dan operasional terhenti karena pemeliharaan, PLN harus mengatur ulang jadwal pemadaman secara mendadak.

>>> Menkeu Purbaya Yakinkan Investor China soal Stabilitas Fiskal Indonesia

"Sehingga kami pun harus mengatur kembali dan tiba-tiba melakukan manajemen beban," tambah Dana.