Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta jajaran direksi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terpilih untuk periode jabatan 2026-2030 memberikan kontribusi terbaik.

Mereka diminta mengedepankan tata kelola yang kuat bagi pengembangan pasar modal Indonesia ke depan.

>>> Sony Sonjaya Bungkam Usai Diperiksa Kejagung Selama 9 Jam

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan hal ini berkaitan dengan kelanjutan agenda reformasi integritas pasar modal Indonesia.

Reformasi itu telah diupayakan sejak beberapa bulan terakhir.

"Semua akan melihat bagaimana keberlanjutan dari reformasi integritas yang kita lakukan, untuk terus bagaimana Bursa Efek Indonesia ini bisa melaksanakan tugasnya," kata Friderica dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Friderica juga berharap pasar modal Indonesia dapat menjadi rumah yang baik untuk seluruh pihak. Baik investor, emiten, perusahaan efek, maupun pemangku kepentingan lainnya.

"Kita kedepankan integritas tata kelola dan kita akan terus melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga akan menjadi pasar modal yang semakin maju, semakin berkembang, dan bisa semakin menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar dia.

Menyusul pengumuman jajaran direksi BEI terpilih, DPR RI pada Kamis sore mengadakan pertemuan dengan OJK dan BEI. Pertemuan itu bertujuan untuk penguatan koordinasi lebih lanjut.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengonfirmasi nama-nama calon anggota direksi BEI yang terpilih.

Mereka akan menjabat untuk periode 2026-2030.

>>> Mendagri: Infrastruktur Permanen Jadi Prioritas Pemulihan Pascabencana Sumatera

OJK telah menyelesaikan proses penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon anggota direksi BEI. Proses itu sesuai ketentuan Pasal 16 Peraturan OJK Nomor 58/POJK.