Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan nilai simpanan masyarakat pada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) konvensional mengalami penurunan signifikan per April 2026.

Penurunan terjadi pada LKM berbadan hukum koperasi maupun Perseroan Terbatas (PT).

>>> Aliansi Masyarakat Gelar Aksi Dukung Keberlanjutan Program MBG

Tabungan LKM konvensional berbadan hukum PT menyusut 0,39% secara year on year (YoY) menjadi Rp 424,60 miliar.

Koreksi lebih tajam menimpa LKM konvensional berbadan hukum koperasi yang merosot hingga 22,86% YoY menjadi Rp 46,28 miliar.

Dampak di Daerah dan Upaya Pemulihan

Kondisi serupa melanda daerah, salah satunya LKM Badan Kredit Desa (BKD) Kabupaten Pekalongan yang membukukan penurunan simpanan dalam skala single digit.

Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan Hary Budhi Murdiyanto menjelaskan bahwa gejolak ekonomi regional turut memicu penurunan tabungan.

"Dengan demikian, ada beberapa lembaga yang gagal bayar sehingga memengaruhi tabungan," katanya kepada Kontan, Kamis (18/6).

Mengantisipasi situasi ini, pengelola LKM BKD Kabupaten Pekalongan menyiapkan program tabungan harian dan edukasi menabung bagi pelajar.

>>> Mita dan Dara The Virgin Reuni dalam Film Horor Tanah Sengketa

Hary mengakui bahwa absennya industri LKM dalam program penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjadi tantangan besar dalam memulihkan kepercayaan publik.

Merespons dinamika tersebut, Asosiasi Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Keuangan Mikro Syariah Indonesia (Aslindo) mendorong anggotanya untuk segera berbenah.

Ketua Umum Aslindo Burhan menyarankan LKM meluncurkan inovasi produk simpanan yang adaptif terhadap karakteristik kebudayaan masyarakat lokal.

"Selain itu, meningkatkan kepercayaan kepada masyarakat terhadap LKM, dengan meyakinkan mereka bahwa LKM terdaftar dan diawasi OJK," tuturnya kepada Kontan.

Burhan menambahkan bahwa aspek tata kelola pelayanan, strategi pemasaran, hingga transparansi laporan keuangan wajib diperkuat oleh pelaku industri.

Secara umum, kinerja sektor ini memang sedang tertekan. OJK mendokumentasikan penyaluran pinjaman LKM terkontraksi 4,72% YoY menjadi Rp 1,01 triliun.

>>> Pemulihan BBM Swasta hingga Motor Premium Mewarnai Pasar Otomotif Indonesia

Sementara itu, total aset LKM per April 2026 juga ikut menyusut sebesar 1,86% YoY dengan nilai akhir mencapai Rp 1,58 triliun.