Para astronom berhasil mengungkap karakteristik mendalam dari LTT 9779 b, sebuah eksoplanet ekstrem yang dijuluki "Neptunus ultra-panas".

Pengamatan terbaru menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) menjadi kunci penemuan ini.

>>> BI Catat Kredit Perbankan Tumbuh 11,51 Persen pada Mei 2026

Planet ini memiliki suhu siang hari mencapai 2.000 derajat Celsius. Meski terpapar suhu sangat tinggi, atmosfernya tetap diselimuti awan mineral yang sangat reflektif.

Riset yang dipublikasikan pada 18 Juni 2026 ini dipimpin oleh Louis-Philippe Coulombe dari Institut Trottier untuk Penelitian Eksoplanet (IREx), Universitas Montréal.

LTT 9779 b mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, dengan periode revolusi kurang dari satu hari Bumi.

Karakteristik ekstrem ini terjadi akibat fenomena penguncian pasang surut (tidally locked). Akibatnya, satu sisi planet terus-menerus mengalami siang hari abadi, sementara sisi lainnya berada dalam kegelapan total.

Tim peneliti berhasil mengidentifikasi keberadaan awan reflektif di wilayah barat planet yang sedikit lebih dingin. Awan ini diduga tersusun dari material mineral silikat.

>>> OpenAI Berdarah-darah Tanggung Biaya Operasional Masif

Selain awan mineral, para astronom juga mendeteksi uap air di atmosfer planet tersebut.

Mekanisme distribusi panas digerakkan oleh embusan angin timur yang sangat kuat, mengalirkan energi dari area siang abadi ke bagian lain planet.

Proses pemetaan variasi suhu dan komposisi atmosfer dilakukan melalui pengamatan intensif selama 22 jam penuh.

Coulombe menyebut planet ini sebagai laboratorium unik untuk memahami interaksi awan dan perpindahan panas dalam atmosfer yang terpapar radiasi ekstrem.

Ia mengibaratkan penemuan planet sebesar ini di dekat bintang induknya seperti menemukan bola salju yang belum meleleh di tengah api.

>>> Liverpool Hadapi Eksodus 12 Pemain di Era Andoni Iraola

Kapabilitas JWST dalam mengurai karakteristik LTT 9779 b membuka perspektif baru mengenai evolusi planet di lingkungan paling ekstrem.