Misteri kekuatan medan magnet pada planet gas raksasa di luar Tata Surya mulai terkuak.

Sebuah studi dalam jurnal Nature Astronomy menunjukkan bahwa medan magnet eksoplanet tersebut tidak sekuat yang diperkirakan para astronom.

>>> XLSMART Raih Penghargaan Transparansi Emisi Karbon dan Perkuat Jaringan 5G

Sebelumnya, para ilmuwan mengira eksoplanet panas memiliki medan magnet raksasa dengan kekuatan ratusan kali lipat Jupiter.

Asumsi ini membuat mereka berupaya mendeteksi sinyal radio dari planet-planet itu selama puluhan tahun, namun selalu gagal.

Metode Baru Mengukur Medan Magnet

Tim peneliti kemudian beralih menggunakan metode pengukuran baru yang memanfaatkan pola angin atmosfer.

Mereka mengamati pergerakan angin di atmosfer tujuh planet gas ultra-panas menggunakan Very Large Telescope milik ESO di Cili dan Gemini North Telescope di Hawaii.

Dengan mengamati unsur besi yang menyerap cahaya bintang, kecepatan angin pada planet dengan suhu permukaan di atas 1.650 derajat Celsius dapat dihitung.

>>> Momen Mesra Dua Lipa dan Callum Turner Berdansa di Pesta Pernikahan

Hasilnya, kecepatan angin berkisar antara 4.500 hingga 15.500 mil per jam.

Namun, fenomena unik terjadi: kecepatan angin justru melambat saat suhu planet meningkat.

Hal ini bertolak belakang dengan teori energi termal dan mengarahkan ilmuwan pada kesimpulan bahwa medan magnet bertindak sebagai "rem" yang memperlambat aliran gas bermuatan di atmosfer.

Dari efek perlambatan tersebut, kekuatan medan magnet eksoplanet akhirnya dapat diestimasi. Data menunjukkan kekuatan magnetnya setara dengan Jupiter dan Saturnus, bukan jauh lebih kuat seperti prediksi model lama.

Temuan ini menjelaskan mengapa sinyal radio dari eksoplanet panas sulit dideteksi dari Bumi.

>>> Acer Soroti Pentingnya Fitur Kesehatan Perangkat Digital Demi Produktivitas

"Keheningan" radio yang membingungkan para ahli membuktikan bahwa medan magnet eksoplanet tidak cukup besar untuk menghasilkan sinyal yang dapat ditangkap instrumen saat ini.