Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan tersebut pada Rabu (22/7/2026).

Informasi itu disampaikan langsung oleh Nanik melalui akun Facebook pribadinya, Naniek Sudaryati Deyang.

>>> Nanik S Deyang Bantah Program MBG Bermuatan Politis

Alasan utama mundur adalah masalah kesehatan. Nanik mengaku akan menjalani pengobatan jantung di luar negeri.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulisnya.

Meski telah disetujui mundur, Presiden Prabowo Subianto meminta Nanik tetap mengawasi BGN.

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut)," tulis Nanik disertai emoticon tertawa.

Nanik mengaku sudah 14 tahun mendampingi Presiden Prabowo. Ia menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan untuk tujuan politis.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak balita sampai SD, tiga tahun lagi tahun 2029 mereka belum nyoblos," ujarnya.

Ia juga menyebut multiplier effect program MBG mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Saat libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian tidak terserap.

>>> Apa Itu Olahraga Hyrox? Kenali Aturan, Tantangan, dan Manfaatnya

Selama menjabat, Nanik mengaku telah meletakkan dasar perbaikan program MBG. Ia mengganti lima eselon I dari Kemenkes, Kemendikdasmen, Kemenkeu, BPKP, dan Kejaksaan.

Sebanyak 11 tim dibentuk untuk reformasi total di BGN, termasuk tim refocusing untuk memastikan 62 juta lebih penerima manfaat tepat sasaran.

Presiden telah menyetujui agar program MBG lebih difokuskan ke 3B (Balita, Busui, dan Bumil), anak SD-SMP, serta siswa di kawasan 3T.

Ada juga tim evaluasi untuk 27.877 SPPG yang sudah operasional, serta tim program MBG di kawasan 3T yang sulit dijangkau.

Nanik berharap penggantinya adalah orang yang bisa diawasi. Ia kini akan fokus pada pemulihan kesehatan.

"Saya konsentrasi di kesehatan dulu ya prens. Soalnya Kakak Kim dan Ade Ara, sudah tidak mau kompromi untuk kesehatan saya," tulisnya.

>>> LRT Jabodebek Alami Gangguan di Cawang, Perjalanan Terlambat 10 Menit

Presiden Prabowo melantik Nanik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026, menggantikan Dadan Hindayana yang tersangkut dugaan korupsi MBG.