Amerika Serikat berencana mengumumkan kesepakatan nuklir dengan Arab Saudi pada Rabu (22/7). Kesepakatan ini akan memberikan Riyadh kesempatan untuk mengembangkan program nuklir sipil.

Mengutip dua pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, The New York Times melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump berencana menandatangani sekaligus mengumumkan secara resmi kesepakatan tersebut dengan Arab Saudi pada Rabu.

>>> Resmi! Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional Gantikan Nanik S Deyang, Simak Alasan Strategis dan Latar Belakangnya

Jika terkonfirmasi, pengumuman ini muncul kala AS masih memerangi Iran yang salah satunya demi menghentikan negara Republik Islam itu mengembangkan nuklirnya.

Selain itu, Saudi juga belakangan kembali tegang dengan milisi Houthi di Yaman hingga terlibat saling melancarkan serangan udara.

Pemerintahan Trump menyatakan kerja sama ini akan memberikan keuntungan bernilai miliaran dolar bagi industri nuklir Amerika Serikat.

Ketentuan Perjanjian

Menurut laporan The Wall Street Journal, salah satu ketentuan dalam perjanjian yang akan berlaku selama 30 tahun itu memungkinkan perusahaan-perusahaan AS membangun fasilitas pengayaan uranium di Arab Saudi.

>>> Profil Dea Koas Sekaligus Anak Nevi Rizal Mantan Plt Sekda Kabupaten Gayo Lues yang Ketahuan Flexing di Medsos Hingga Memancing Amarah Publik: Umur, Agama dan Akun IG

Dengan perjanjian ini, perusahaan AS bisa membangun fasilitas pengayaan uranium di Saudi apabila studi bersama menyimpulkan bahwa fasilitas tersebut memang diperlukan.

Namun, sejumlah anggota parlemen AS dari Partai Republik maupun Demokrat, serta para pejabat Israel, menyuarakan penolakan terhadap proyek nuklir sipil untuk Arab Saudi.

Para penentang rencana ini merasa khawatir program tersebut pada akhirnya dapat dialihkan untuk mengembangkan senjata nuklir.

>>> Jay Feely Menang di Arizona, Demokrat Masih Hitung Suara

Dikutip AFP, kesepakatan itu diperkirakan akan diajukan ke Kongres dalam beberapa hari ke depan, tetapi tidak memerlukan persetujuan Kongres agar dapat diberlakukan.