Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan permintaan maaf karena baru mengetahui kondisi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Jakarta Selatan, yang telah roboh selama dua tahun atau sejak 2024.

"Kemarin ketika ditanya teman-teman media mengenai SD Negeri yang roboh di Kebayoran Lama, terus terang itu pertama kali saya mendengar.

>>> Hayden Szeto, Pemeran Erwin di The Edge of Seventeen, Kini di Usia 40-an

Saya adalah orang yang menjawab apa adanya. Mohon maaf saya tidak tahu pada waktu itu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (22/7).

Setelah mendengar kabar tersebut, Pramono mengaku langsung membahas persoalan itu dalam rapat bersama jajaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun segera melakukan kunjungan untuk melihat kondisi ril sekolah tersebut saat ini.

Pramono juga meminta agar sekolah tersebut segera dibangun demi kenyamanan kegiatan belajar dan mengajar.

"Kalau memang belum ada dana dari APBD, maka dibuka ruang apakah dari KLB atau CSR atau dari manapun.

Yang penting harus segera dibangun," katanya.

Menurut dia, hal-hal seperti itu, khususnya di sektor pendidikan, merupakan persoalan yang harus segera diselesaikan.

Wakil Gubernur Rano Karno juga akan mengumpulkan seluruh jajaran Dinas Pendidikan Jakarta untuk membahas soal sekolah yang membutuhkan bantuan di ibu kota.

"Tidak perlu menutup-nutupi. Saya bilang nggak.

Harus terbuka apa adanya. Itulah karakter Pemerintah Jakarta untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada," ujar Pramono.

>>> Rekomendasi Alat Pembuat Es Krim di Amazon untuk Musim Panas

Selain SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi, Pramono menyebut Pemerintah Jakarta juga akan memperhatikan 22 sekolah lainnya yang butuh perbaikan.

"Bukan hanya yang viral kemarin, tetapi di tempat yang lain, 22 yang ada, segera akan kami selesaikan," kata Pramono.