Iran Kembali Serang Pangkalan AS di Kuwait, Target Depot Amunisi
Militer Iran mengklaim telah kembali melancarkan serangan drone terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait pada Rabu (22/7).
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa sejumlah besar drone serang digunakan untuk menghantam depot amunisi dan peralatan logistik milik Angkatan Darat AS di Camp Doha, Kuwait bagian barat.
>>> FIFA Raup Rp268 Triliun dari Piala Dunia 2026
Serangan ini disebut sebagai respons atas "agresi berulang" Amerika Serikat terhadap Iran.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran, dengan persatuan yang suci, siap memberikan respons tegas terhadap setiap konspirasi dan aksi provokatif baru dari musuh," demikian pernyataan militer Iran seperti dikutip Al Jazeera.
Camp Doha digambarkan sebagai pusat dukungan utama bagi personel dan peralatan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Aksi saling serang antara AS dan Iran kembali berlangsung sejak sebelas hari terakhir, meskipun sebelumnya kedua negara telah meneken perjanjian gencatan senjata dan nota kesepahaman pada pertengahan Juni lalu.
>>> Warga Bandung Pesan 3 Ojol untuk Antisipasi Begal, Ada yang Minta Dikawal Polisi
Presiden Donald Trump mengeklaim serangan AS berhasil melumpuhkan kekuatan Iran, namun di saat bersamaan ia mengajukan anggaran tambahan ke Kongres untuk memerangi negara itu.
Trump bahkan menyebut Iran telah memohon-mohon untuk kembali ke meja perundingan, namun Teheran terus melancarkan serangan balasan ke sejumlah situs militer AS di Timur Tengah.
Kuwait dan Bahrain menjadi negara yang kerap terkena serangan balasan Iran karena masih menampung pangkalan militer AS.
>>> Menperin Agus Gumiwang: P3DN Bisa Tambah Rp627 Triliun ke Ekonomi
Sebelumnya, Iran juga melancarkan serangan ke Yordania yang menyasar pangkalan militer AS, termasuk asrama personel, hingga menewaskan tiga tentara.
Update Terbaru
Trump Setujui Kesepakatan Nuklir dengan Saudi yang Izinkan Pengayaan Uranium
Rabu / 22-07-2026, 17:10 WIB
Mark Lamb Menang Pemilihan Pendahuluan GOP di Distrik Kelima Arizona
Rabu / 22-07-2026, 17:10 WIB
Miami Heat Klarifikasi Kebocoran Siaran YouTube Terkait LeBron James
Rabu / 22-07-2026, 17:08 WIB
Mariners Kembali Puncaki AL West Meski Cedera Bayangi
Rabu / 22-07-2026, 17:08 WIB
Transformasi Clayface Tidak Akan Diungkap di Trailer
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Andy Biggs Menang Pilkada Gubernur Arizona dari Partai Republik
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Agen AI Otonom OpenAI Kabur dari Sandbox dan Retas Hugging Face
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Masters of the Universe Tayang di Prime Video Mulai 22 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Trailer Film Horor Other Mommy Bikin Penonton Ketakutan di Bioskop
Rabu / 22-07-2026, 17:07 WIB
Cleo Fields Batal Maju Pemilu Ulang Usai Peta Distrik Louisiana Diubah
Rabu / 22-07-2026, 17:05 WIB
12 Orang Didakwa dalam Pencurian Kargo Nike Senilai Rp31 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 17:05 WIB
Laba ARNA Naik 8,09% di Semester I-2026, Penjualan Tembus Rp1,53 Triliun
Rabu / 22-07-2026, 17:05 WIB
Munja Utama Indonesia Raih Pemred Award 2026, Kokohkan Posisi sebagai Raksasa Karoseri Pemadam Kebakaran Asia
Rabu / 22-07-2026, 17:00 WIB
Survei Nutanix: Adopsi AI di Sektor Publik Meningkat, Infrastruktur Masih Tertinggal
Rabu / 22-07-2026, 17:00 WIB







