Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor publik terus meningkat, mencakup pemerintahan pusat, daerah, hingga institusi pendidikan.

Namun, di balik percepatan adopsi tersebut, kesiapan infrastruktur teknologi informasi (TI), kapasitas sumber daya manusia, dan tata kelola masih menjadi tantangan utama.

>>> FWD Insurance Perkuat Literasi Keuangan di Sekolah Lewat Pelatihan Guru

Hal itu terungkap dalam survei tahunan Enterprise Cloud Index (ECI) edisi public sector yang dirilis Nutanix pada Rabu (22/7).

Laporan tersebut menunjukkan bahwa organisasi sektor publik kini semakin mengintegrasikan AI ke berbagai operasional, mulai dari penentuan kelayakan penerima manfaat hingga deteksi fraud.

Tantangan Infrastruktur dan SDM

Meskipun adopsi AI meningkat, banyak organisasi sektor publik yang masih bergulat dengan infrastruktur TI yang belum memadai.

>>> Petugas Perlintasan Diduga Tertidur, Truk Nyaris Tertabrak KA Brantas

Keterbatasan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi hambatan dalam mengelola dan mengoptimalkan teknologi AI.

Selain itu, tata kelola yang belum matang turut memperlambat implementasi AI secara efektif di sektor publik.

>>> Istri di Bali Dilaporkan Suami karena Melahirkan di RS Berbeda

Survei ECI ini memberikan gambaran tentang kebutuhan mendesak untuk memperkuat fondasi digital di lembaga-lembaga pemerintah dan pendidikan.