Adopsi kecerdasan buatan (AI) di Indonesia dinilai masih tertinggal dibandingkan Singapura dan Malaysia. Namun, para pekerja di Tanah Air mulai memanfaatkan teknologi ini dalam aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan HP Work Relationship Index 2025, sebanyak 94 persen pekerja di Indonesia pernah menggunakan AI. Sayangnya, hanya 28 persen yang secara aktif memanfaatkannya.

in1

>>> Rating TV Nasional per Jumat, 26 Juni 2026: D'Academy 8 Audition Pimpin, Terikat Janji Masuk Tiga Besar

Managing Director HP Indonesia, Juliana Cen, mengungkapkan bahwa hanya sekitar 10 persen yang benar-benar menggunakan AI untuk mendukung transformasi bisnis atau menciptakan produk dan layanan baru.

"Adopsi AI sebenarnya sudah 18 juta di Indonesia which is 28 persen.

Tapi, manfaatnya masih berfokus pada produktivitas, dan dari hasil survey hanya 10 persen yang benar-benar digunakan dalam transformasi bisnis," katanya dalam sesi QnA bersama awak media, Kamis (25/06).

PC AI Dorong Adopsi Lebih Luas

Juliana menjelaskan bahwa perkembangan perangkat berbasis AI seperti AI PC diyakini dapat mendorong adopsi AI yang lebih luas.

Kehadiran AI langsung di perangkat memungkinkan pengguna mengakses berbagai fitur pintar dengan lebih cepat dan praktis.

"HP sendiri saat ini kami hadir dengan AI PC, dikatakan ya itu akan lebih mempercepat lagi adopsi daripada AI itu sendiri," ujarnya.

Dengan dukungan AI PC, HP menilai penggunaan AI ke depan tidak lagi terbatas pada aktivitas sederhana seperti membuat email atau menjawab pertanyaan melalui chatbot.

Teknologi ini nantinya akan berkembang menjadi AI agent yang mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas secara lebih mandiri.

>>> Daftar 7 Bank Tutup per Juni 2026, Terbaru BPR di Klaten