Saat demam atau tubuh mulai terasa tidak enak, wedang jahe hangat kerap menjadi andalan rumahan.

Sensasi hangat dari jahe membuat minuman ini dipercaya mampu meredakan flu, masuk angin, hingga demam ringan.

in1

>>> Purbaya Tambah Investasi Rp1,96 Triliun ke Tiga Lembaga Keuangan Dunia

Namun, benarkah jahe bisa menurunkan demam? Atau hanya memberi efek hangat sementara pada tubuh?

Kandungan Aktif Jahe

Sejumlah penelitian menunjukkan jahe berpotensi membantu meredakan demam ringan berkat efek antiinflamasi.

Meski demikian, jahe tidak dapat menggantikan obat penurun panas atau pemeriksaan medis, terutama jika demam tinggi berlangsung lama.

Dalam studi berjudul Immunomodulatory and Anti-inflammatory Therapeutic Potential of Gingerols, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol, shogaol, dan zingerone.

Ketiga senyawa ini memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan membantu mengatur respons imun tubuh.

Gingerol bekerja dengan menekan jalur inflamasi dan mengurangi produksi prostaglandin, zat yang berperan meningkatkan suhu tubuh saat demam.

Ketika peradangan berkurang, suhu tubuh pun dapat ikut menurun.

Penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran juga menemukan hasil serupa. Ekstrak jahe merah terbukti membantu menurunkan suhu tubuh tikus percobaan yang dibuat demam.

Peneliti menjelaskan efek tersebut berkaitan dengan kandungan gingerol yang mampu menghambat sintesis prostaglandin sekaligus mengurangi peradangan.

>>> Mensesneg Prasetyo Hadi Ditunjuk Jadi Ketua Satgas Mitigasi PHK

Cara Konsumsi Jahe yang Tepat

Dalam berbagai penelitian herbal maupun pengobatan tradisional, jahe lebih sering dikonsumsi dalam bentuk seduhan atau rebusan air hangat.

Saat dipanaskan, sebagian gingerol berubah menjadi shogaol yang juga memiliki efek antiinflamasi cukup kuat.

Cara penyajiannya sederhana: jahe digeprek atau diiris tipis, direbus atau diseduh dengan air panas selama beberapa menit, lalu diminum selagi hangat.