Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai total Rp544 miliar di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penyaluran dilakukan secara simbolis dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (25/6).

in1

>>> Candu yang Mengikat: Apa yang Terjadi pada Otak saat Pakai Narkoba?

Bantuan tersebut mencakup alokasi buffer stock logistik bencana untuk Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi, serta komponen Kampung Siaga Bencana (KSB), Taman Makam Sosial (TMS), dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LUMSOS) di Kota Makassar.

Kemensos juga menyalurkan bantuan melalui Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk alokasi April, Mei, dan Juni 2026 di Sulawesi Selatan.

Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) turut disalurkan melalui Sentra Wirajaya di Makassar, Sentra Gau Mabaji di Gowa, dan Sentra Pangurangi di Takalar.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Komisi VIII DPR RI melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai program bantuan sosial agar berjalan sesuai sasaran.

Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI, Erwin Aksa, mengatakan kunjungan spesifik itu bertujuan memastikan fungsi pengawasan DPR berjalan optimal sekaligus mendorong sinergi antara pengawasan legislatif dan pelaksanaan program pemerintah.

>>> Laba Pertamina Trans Kontinental Melonjak 23 Persen Sepanjang 2025

"Kunjungan spesifik ini bertujuan memastikan fungsi pengawasan DPR RI berjalan optimal di lapangan untuk memantau seluruh klaster bantuan sosial, mulai dari logistik kebencanaan hingga program pemberdayaan ekonomi, agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di Provinsi Sulawesi Selatan," kata Erwin.

Dalam kesempatan itu, Komisi VIII DPR RI bersama pemerintah daerah juga membahas percepatan pemutakhiran data kemiskinan serta optimalisasi peran sentra rehabilitasi sosial milik Kemensos agar lebih adaptif terhadap kebutuhan sosial, medis, dan ekonomi masyarakat.