PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) membukukan laba bersih sebesar Rp1,32 triliun sepanjang 2025.

Angka ini meningkat 23 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,07 triliun.

in1

>>> Cara Cek KKS: Panduan Lengkap Mengetahui Status Kartu Keluarga Sejahtera

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PTK Eko Cahyadi menyatakan optimisme bahwa kinerja positif ini akan berlanjut pada 2026.

Meskipun tantangan global masih membayangi, perseroan tetap fokus pada penguatan bisnis inti dan efisiensi.

"PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional," ujar Eko dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (25/6).

Sepanjang 2025, PTK juga menjaga keandalan operasional 370 armada yang dikelolanya.

Perusahaan mencatat fleet commercial days sebesar 358,52 hari, commission days 120.118 hari, dan commercial days 119.390 hari.

Empat Jurus Hadapi Tantangan Global

Menghadapi dinamika bisnis tahun ini, PTK menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan dan operasional.

Langkah pertama adalah melakukan cost optimization dan peningkatan efisiensi di seluruh lini bisnis.

>>> 3 Calon Pengelola Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Ini Sikap Istana

Strategi kedua adalah mengoptimalkan operasi pada empat lini bisnis utama: penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik tepi pantai, serta layanan keagenan pelayaran.

Direktur Operasional PTK Yudi Wibisono mengatakan perusahaan akan memperluas pangsa pasar layanan keagenan.

Tidak hanya untuk kapal di lingkungan Pertamina Group, tetapi juga kapal non-Pertamina yang beroperasi di dalam maupun luar negeri.

Strategi ketiga adalah memperkuat aspek keselamatan, keamanan, kesehatan kerja, dan lingkungan melalui program Vision Zero yang mulai dijalankan sejak 2025.

Direktur Pemasaran PTK Albertus Anto Budi Santosa menjelaskan program tersebut menargetkan zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution.

Sementara strategi keempat adalah mempercepat program dekarbonisasi dan transisi energi. PTK mencatat berhasil menurunkan emisi sebesar 66.721 ton CO2e sepanjang 2025 melalui berbagai inovasi energi hijau.

Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui penggunaan bahan bakar rendah karbon pada sejumlah kapal, mulai dari teknologi dual fuel LNG, panel surya, hingga baterai sebagai sumber energi alternatif.

>>> Jaket dan Topi PSI yang Dipakai Jokowi Blusukan Ternyata dari Kaesang

"Dekarbonisasi berasal dari inovasi Green Energy Program, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan," pungkasnya.