PT Niramas Utama Tbk (JELI), produsen makanan dan minuman di balik merek INACO, membukukan lonjakan laba bersih sekitar 220% pada 2025 menjelang IPO.

Laba bersih mencapai Rp38,4 miliar, naik dari Rp12,4 miliar pada tahun sebelumnya.

in1

>>> IIMS 2027 Hadir Lebih Luas, Rute Test Drive Tembus Luar JIExpo

Pendapatan perseroan justru turun 4,49% menjadi Rp753,01 miliar dari Rp788,4 miliar. Manajemen menyatakan penurunan itu bukan karena permintaan pasar melemah, melainkan hasil evaluasi portofolio produk.

Direktur PT Niramas Utama Tbk, Adhi S. Lukman, mengatakan perseroan menghentikan sejumlah SKU yang kurang produktif.

Langkah ini justru berdampak positif terhadap struktur kinerja menjelang IPO.

Perbaikan kinerja tercermin pada EBITDA yang meningkat menjadi sekitar 28,14% pada 2025.

Return on Equity (ROE) naik dari 9,81% menjadi 26,82%, sementara rasio utang terhadap ekuitas turun dari 3,41 kali menjadi 2,79 kali.

Fokus pada Gummy Candy dan Efisiensi

Sekitar 51% dana hasil IPO akan dialokasikan untuk memperkuat kapasitas produksi melalui anak usaha PT Niramas Pandaan Sejahtera (NPS).

Dana tersebut difokuskan mengembangkan lini produk gummy candy yang dinilai memiliki prospek ekspor.

>>> Tantangan RI di Industri EV: Nikel Bukan Satu-Satunya Pilihan

Adhi menambahkan, perseroan melihat peluang besar di kategori gummy candy dengan diferensiasi kuat.

Targetnya menghadirkan produk yang dapat dinikmati semua segmen usia dengan mengedepankan kualitas rasa dan aspek kesehatan.

Selain gummy candy, JELI juga meluncurkan Mogo Choco dan memperkuat lini minuman fungsional EnerGel.

Di sisi operasional, efisiensi menjadi fokus utama di tengah tekanan kenaikan biaya bahan baku akibat penguatan dolar AS.

Perseroan memilih tidak menaikkan harga jual secara agresif, melainkan meningkatkan efisiensi melalui reformulasi produk, digitalisasi proses produksi dengan SAP sejak 2017, pemanfaatan panel surya pada 2025, serta otomatisasi manufaktur.

Didirikan pada 1990, JELI saat ini mengoperasikan empat fasilitas produksi di Bekasi, Pontianak, Pandaan, dan Sukabumi.

>>> Pesilat Cilik Papua Bidik Emas Kedua di Pencak Silat Piala Presiden

Perseroan memiliki lebih dari 115 SKU aktif yang dipasarkan melalui 251 titik distribusi di Indonesia dan telah mengekspor ke lebih dari 30 negara.