Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyoroti efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mempertanyakan mengapa program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu harus dijalankan secara serentak.

"Ya sebenarnya efisiensi lagi. Jadi, meng-identify masalah juga, kenapa harus semua sekaligus.

in1

>>> Kapolri Salurkan 6.000 Paket Bansos di HUT Bhayangkara ke-80

Kan bisa dibikin bertahap," ujar Luhut di Jakarta Pusat, Rabu (24/6).

Luhut mengungkapkan pemerintah terus mengevaluasi MBG untuk memastikan pelaksanaannya efektif dan efisien.

Ia telah bertemu dengan dua Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Agustina Arumsari dan Trenggono, untuk membahas hasil evaluasi dan masukan.

"Kemarin Wakil Kepala MBG dengan timnya datang ke Dewan Ekonomi, dan kita memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kita, dan saya pikir akan lebih baik," kata Luhut.

>>> 2 Peserta Meninggal, DPR Minta Evaluasi Pelatihan Militer Pengelola Koperasi Desa

Menurut Luhut, pemerintah kini sudah memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pelaksanaan MBG. Program tersebut telah berjalan hampir satu tahun lebih.

Dalam pertemuan dengan dua pejabat BGN, Luhut mengingatkan bahwa MBG harus dikelola dengan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Prabowo agar tata kelola dan pengawasan berjalan akuntabel.

>>> Lembah Anai Longsor, Jalur Utama Padang-Bukittinggi Putus Total

"Sesuai keinginan Presiden, saya kembali mengingatkan bahwa program sebesar ini harus dikelola dengan berorientasi kepada data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," jelas Luhut.