Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti pihak-pihak yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo. Saat itu, sekelompok peserta membentangkan spanduk dukungan untuk MBG.

in1

>>> 8 Buah Terbaik untuk Diet Malam Hari, Rendah Kalori dan Tinggi Serat

"Sabar dulu, ya. Aku harus, aku harus selesaikan sambutan saya ini.

Anak-anak itu, ya," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menanggapi keberadaan pihak yang tidak mendukung program unggulannya tersebut. Ia meminta mereka mendengar langsung suara masyarakat yang merasakan manfaat program itu.

"Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya.

Tanya itu petani-nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?"

ujarnya.

Menurut Prabowo, kebutuhan pangan merupakan persoalan yang tidak bisa dianggap sepele. Ia menilai tidak ada masalah yang lebih mendesak daripada kelaparan.

>>> Cara Cek Status Penerima Bantuan Beras dan Minyak Goreng Juni 2026

Prabowo juga menyindir pandangan sebagian kalangan yang menganggap ada isu lain yang lebih penting dibanding kebutuhan makan masyarakat.

Ia secara tegas tidak sependapat dengan pandangan tersebut.

"Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar.

Orang perut lapar itu, kalau nggak segera diisi, ya dia mati," katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo turut menyinggung ancaman krisis pangan global. Ia menyebut sejumlah lembaga internasional telah memberikan peringatan terkait meningkatnya angka kelaparan dunia.

Meski demikian, Prabowo mengatakan Indonesia berada dalam posisi yang lebih baik. Ia menyebut Indonesia mulai mencatatkan ekspor pangan di tengah meningkatnya ancaman kelaparan global.

>>> Panduan Menjelajahi 5 Inovasi Teknologi Digital Terbaru di CISCE 2026

"Dan saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor," katanya.