Presiden Prabowo Subianto menyindir kelompok penolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menilai ada persoalan lain lebih mendesak dibanding pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.

Menurutnya, tidak ada kondisi yang lebih genting daripada perut lapar karena menyangkut kelangsungan hidup manusia.

in1

>>> Honda Luncurkan Generasi Kesembilan Vario 160, Kini Bernama Vario Evo 160

"Saya kira enggak ada lebih genting dari perut lapar.

Orang perut lapar itu kalau enggak segera diisi ya dia mati," kata Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6).

Prabowo juga menyoroti masih adanya kritik terhadap upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan menjalankan program MBG.

Sang Kepala Negara menyinggung pendapat sejumlah kalangan yang pernah mempertanyakan urgensi melindungi petani Indonesia dengan alasan petani dari negara lain dinilai lebih efisien dan produktif.

Menurut dia, pandangan tersebut terbukti tidak tepat, terutama ketika dunia menghadapi situasi krisis, termasuk saat pandemi covid-19.

"Ada yang mengatakan untuk apa melindungi petani Indonesia kalau petani Vietnam lebih efisien, kalau petani Vietnam lebih produktif.

Saya kira ini pemikiran yang sesat," ujarnya.

Ia mencontohkan pengalaman selama pandemi covid-19 ketika sejumlah negara produsen pangan membatasi ekspor komoditas mereka demi memenuhi kebutuhan domestik.

Kondisi itu, kata Prabowo, menunjukkan pentingnya setiap negara menjaga kemampuan produksi pangan sendiri.

>>> DPRD DKI Minta Audit Kabel di Jakarta Usai Kecelakaan Siswi SMAN 6

"Bayangkan dalam keadaan krisis waktu covid, kita mau impor, negara yang punya beras tidak mau izinkan berasnya keluar dari negaranya," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyinggung kritik terhadap program MBG.