PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mencatat laba bersih sebesar Rp1,32 triliun sepanjang 2025. Angka ini meningkat 23% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,07 triliun.

Berbekal capaian tersebut, anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina ini menyiapkan strategi ekspansi bisnis maritim pada 2026.

in1

>>> Jadwal Siaran Langsung Curacao vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026

Fokus utama meliputi penguatan bisnis inti, efisiensi operasional, dan perluasan layanan keagenan kapal.

Strategi Ekspansi dan Layanan Keagenan

Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menyatakan perseroan akan menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika global. Langkah yang ditempuh meliputi peningkatan efisiensi dan optimalisasi seluruh lini bisnis.

“PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Eko dalam Media Briefing di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Salah satu strategi yang akan diperkuat adalah pengembangan bisnis layanan keagenan kapal.

Direktur Operasional PTK Yudi Wibisono mengatakan peluang bisnis ini semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan logistik dan administrasi pelayaran.

“Salah satu yang akan kami giatkan adalah layanan keagenan, karena PTK tidak hanya melayani kebutuhan administrasi pelayaran bagi bisnis captive atau kapal yang digunakan di Pertamina Group, namun lebih dari itu yakni kapal non Pertamina termasuk yang akan sandar di dalam dan luar negeri dengan regulasi otoritas setempat,” jelas Yudi.

PTK menjalankan empat lini bisnis utama: penyediaan kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan yang mencakup kebutuhan administrasi pelayaran.

Keandalan Armada dan Dekarbonisasi