TikTok dan YouTube Lapor ke Komdigi, 4,7 Juta Akun Anak RI Dihapus
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan data terbaru penghapusan akun anak-anak di platform media sosial.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik (PP Tunas).
>>> Profil Thalia Tran Pemeran Mai dalam serial live-action Avatar: The Last Airbender Season 2
Hingga saat ini, baru dua platform yang melaporkan penghapusan akun anak kepada Komdigi, yaitu TikTok dan YouTube. Per Juni 2026, total 4,7 juta akun anak telah dinonaktifkan.
TikTok mendominasi dengan 4,1 juta akun yang dihapus. Sementara itu, YouTube (Google) melaporkan penghapusan 600 ribu akun anak.
Komdigi Dorong Platform Lain Ikut Lapor
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong platform lain seperti Meta, X, dan Roblox untuk segera melaporkan akun anak yang mereka hapus.
"TikTok sudah menurunkan 4,1 juta akun per Juni ini. YouTube telah melaporkan di bulan Mei itu kurang lebih 600 ribu akun.
Kita ingin platform lain untuk mengikuti," ujarnya, Kamis (25/06).
Selain pelaporan, Komdigi juga menunggu inisiatif platform digital yang beroperasi di Indonesia untuk melakukan self-assessment. Hingga kini, sekitar 200 platform telah menyampaikan hasil penilaian mandiri kepada pemerintah.
Komdigi tengah mengevaluasi profil risiko masing-masing platform untuk memastikan ruang digital yang lebih aman bagi anak. Setelah penilaian selesai, profil risiko akan diumumkan sebagai langkah selanjutnya.
Pendekatan berbasis risiko ini diterapkan agar setiap platform terdorong menghadirkan layanan yang ramah anak.
"Kita tidak hanya menunda akses anak saja, tapi kita juga ingin ada perubahan perilaku dari platform. Jadi kita membuat aturannya itu berdasarkan risiko atau risk based," tambah Meutya.
Aturan berbasis risiko menilai platform dari beberapa aspek, antara lain apakah platform memperbolehkan anak berkontak dengan orang tidak dikenal, berpotensi memaparkan konten berbahaya, mengeksploitasi anak sebagai konsumen, mengancam keamanan data pribadi anak, serta berpotensi menimbulkan adiksi dan gangguan kesehatan.
>>> Tebak Artis BET Awards Ini dari Foto Masa Kecilnya
Jika platform memenuhi salah satu aspek tersebut, kemungkinan akan masuk kategori risiko tinggi dan diwajibkan menonaktifkan akun anak di bawah usia 16 tahun.
Update Terbaru
Samsung Potong £50 untuk Galaxy A37 dan A57 di Inggris
Jumat / 26-06-2026, 15:31 WIB
Usia 30-an Rentan Fatty Liver, Waspada Silent Killer
Jumat / 26-06-2026, 15:31 WIB
METRO Department Store Hadirkan One Day Super Special di Jakarta Great Sale 2026
Jumat / 26-06-2026, 15:30 WIB
Vi Berikan Spotify Premium Gratis untuk Pelanggan Pascabayar
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
itel Power 451: Fitur AI-ENC dan Pengisian Type-C di Ponsel Fitur
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
Jokowi Dikabarkan Berkali-kali Minta Bertemu Prabowo Tapi Dicuekin
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
Pemerintah Serius Tanggapi Isu PHK, Ini Langkah Mitigasinya
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
Hotman Sindir Razman yang Dijebloskan ke Penjara: Malam Ini Ada Kipas Enggak?
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
Ekspor Komponen Otomotif RI Tembus 25,7 Juta Unit, Lima Kali Lipat Impor
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
Spesifikasi Nothing Phone (4b) Bocor: Layar 120Hz, Baterai 5.400 mAh
Jumat / 26-06-2026, 15:28 WIB
Oppo Reno 16 FS Resmi Meluncur dengan Layar 120Hz dan Baterai 6.500 mAh
Jumat / 26-06-2026, 15:26 WIB
Vivo Y6a Resmi Meluncur dengan Baterai 7.200 mAh dan Sertifikasi IP69
Jumat / 26-06-2026, 15:25 WIB
Duel Skutik Sporty: Honda Vario Evo 160 vs Yamaha Aerox Alpha
Jumat / 26-06-2026, 15:25 WIB
Australia Ditahan Paraguay, Hasil Imbang Antar The Socceroos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Jumat / 26-06-2026, 15:23 WIB






