Kinerja perdagangan otomotif Indonesia terus menunjukkan tren positif sepanjang Januari hingga Mei 2026. Ekspor kendaraan dan komponen tercatat melaju, meninggalkan volume impor dengan selisih yang lebar.

Data terbaru mencatat ekspor kendaraan utuh (CBU) mencapai 47.560 unit pada Mei 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang tahun berjalan.

in1

>>> Spesifikasi Nothing Phone (4b) Bocor: Layar 120Hz, Baterai 5.400 mAh

Sebaliknya, impor kendaraan utuh pada periode yang sama jauh lebih rendah. Puncak impor hanya terjadi pada April 2026 dengan volume 8.493 unit.

Dominasi Ekspor Komponen

Kesenjangan yang lebih besar terlihat pada perdagangan komponen.

Pada Mei 2026, ekspor komponen otomotif melonjak hingga 25,7 juta unit, sementara impor komponen hanya 4,6 juta unit.

Rasio tersebut menunjukkan volume ekspor komponen lebih dari lima kali lipat dibanding impor.

Hal ini mengindikasikan industri otomotif nasional tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga menjadi pemasok penting bagi pasar internasional.

>>> Oppo Reno 16 FS Resmi Meluncur dengan Layar 120Hz dan Baterai 6.500 mAh

Sementara itu, ekspor CKD (Completely Knocked Down) juga tetap terjaga di atas 5.000 set per bulan.

Setelah mencatat puncak 7.898 set pada Februari, volume ekspor CKD bergerak stabil hingga Mei.

Dominasi ekspor atas impor memperlihatkan daya saing manufaktur otomotif Indonesia yang masih kuat.

Dengan kapasitas produksi besar dan jaringan ekspor yang terus berkembang, Indonesia semakin mengukuhkan diri sebagai pusat produksi otomotif sekaligus hub ekspor di Asia Tenggara.

>>> Vivo Y6a Resmi Meluncur dengan Baterai 7.200 mAh dan Sertifikasi IP69

Jika tren ini berlanjut hingga akhir tahun, sektor otomotif berpotensi menjadi salah satu kontributor utama surplus perdagangan industri manufaktur nasional.