Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap penyebab kenaikan harga gas industri yang dikeluhkan para buruh.

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) sebelumnya menyebut setidaknya 55 ribu orang terancam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat kenaikan harga gas industri.

in1

>>> Jejak Aparat di Pusaran Bisnis Narkoba: Dari Jual Barang Bukti hingga Jadi Kurir

Bahlil mengatakan pasokan gas industri secara nasional aman. Namun, ia tidak menepis adanya kenaikan harga untuk sektor non-HGBT (Harga Gas Bumi Tertentu).

"Kalau gas secara keseluruhan, stok kita tidak ada masalah.

Yang ada itu adalah ada kenaikan harga gas di beberapa industri non-HGBT," ujar Bahlil usai acara Energy Forum di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (25/6).

Penyebab Kenaikan Harga Gas

Bahlil menyebut kenaikan harga gas industri disebabkan sumur-sumur gas di wilayah Jawa Barat saat ini produksinya turun.

Pemerintah kemudian beralih menggunakan gas alam cair (LNG) yang didatangkan dari timur Indonesia.

"Untuk menutupi itu pakai LNG. Yang namanya LNG itu kan bawa dari Papua, Sulawesi, Kalimantan dan itu ada penambahan cost.

>>> 8 Permainan Tradisional yang Bikin Anak Lupa Main Gadget

Nah, itu yang kita lagi mencari untuk menengahi agar jangan juga industrinya ditaruh diberikan beban harga yang tinggi," ungkapnya.

Bahlil telah bertemu dengan asosiasi serta buruh terkait hal ini. Ia juga sedang mencari formula harga yang ideal bersama PT Pertamina (Persero).

"Sekarang saya lagi rapat teknis dengan Pertamina untuk mencari angka yang ideal agar industri kita tetap bisa bertahan harga," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyebut 55 ribu buruh berpotensi terkena PHK imbas kenaikan harga gas industri.

Hal itu disampaikan di hadapan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam acara Rakernas KSPI di Jakarta Pusat, Selasa (23/6).

Andi Gani mengatakan industri keramik sedang mengalami kesulitan imbas kenaikan harga gas tersebut. Setidaknya 55 ribu buruh dari Pabrik Milenium Keramik dan Mulia Keramik terancam diberhentikan.

>>> 9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Bahagia, Banyak yang Tak Sadar

"Minggu depan, maksimal sepuluh hari ke depan, 55 ribu orang ter-PHK. Ini menjadi kekhawatiran kita semua karena gas industri," tuturnya.