Iran Keluarkan Ultimatum di Selat Hormuz, Kapal yang Langgar Aturan Tanggung Risiko Sendiri
Iran kembali mempertegas kendalinya di Selat Hormuz.
Otoritas setempat mengeluarkan peringatan bahwa semua kapal internasional hanya boleh melintas melalui jalur yang telah ditentukan oleh Teheran.
Peringatan ini muncul saat aktivitas pelayaran di Teluk mulai pulih setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan damai.
Konflik beberapa bulan terakhir pun berakhir.
Otoritas Pengelola Selat Hormuz Iran menegaskan, kapal yang melintas di luar jalur resmi tidak akan mendapat perlindungan keselamatan maupun jaminan asuransi.
"Setiap pelayaran di luar jalur yang ditetapkan tidak akan mendapatkan jaminan keselamatan dan tidak dilindungi asuransi," demikian pernyataan resmi.
Iran juga memperingatkan bahwa seluruh risiko akibat pelanggaran aturan menjadi tanggung jawab penuh pihak kapal.
"Konsekuensi dari pelayaran melalui jalur tidak diizinkan akan ditanggung pemilik kapal, operator, dan nakhoda," lanjut pernyataan tersebut.
Peringatan ini menunjukkan bahwa meski perang dengan AS telah berakhir, Teheran belum melepas kendali atas Selat Hormuz. Selat ini merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia.
Selat Hormuz menjadi urat nadi perdagangan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dikirim melalui jalur laut ini.
Karena perannya yang vital, setiap kebijakan atau ancaman di kawasan ini selalu menarik perhatian pelaku industri energi, perusahaan pelayaran, dan pasar keuangan global.
Situasi di Teluk masih menyisakan ketidakpastian meski gencatan senjata telah berlaku sejak April lalu. Sejumlah operator kapal dan perusahaan logistik masih menyesuaikan rute untuk menghindari potensi risiko keamanan.
Aktivitas pengiriman minyak melalui Selat Hormuz mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring membaiknya keamanan pascakonflik.
Namun, peringatan terbaru Iran dinilai dapat kembali memicu kekhawatiran tentang stabilitas pasokan energi dunia.
Langkah Teheran ini menegaskan bahwa Selat Hormuz masih menjadi kartu strategis Iran dalam percaturan geopolitik global.
>>> YA TUHAN! Asmara Gen Z Kembali Kalah, Inilah Acara TV serta Rating Terbaik Hari ini 26 Juni 2026
Meski dunia menyambut berakhirnya konflik, ketegangan terkait penguasaan jalur pelayaran ini tampaknya masih jauh dari selesai.
Update Terbaru
Pengemudi yang Terlibat dalam Penembakan Fatal Detektif NYPD Mengaku Bersalah atas Kepemilikan Senjata Ilegal
Jumat / 26-06-2026, 06:36 WIB
Viral! Pasangan Ini Pilih Lari 21 Km di Pagi Hari Sebelum Menikah
Jumat / 26-06-2026, 06:36 WIB
Sosok Tini Stoessel, Kekasih Rodrigo De Paul yang Sempat Dicap Pelakor
Jumat / 26-06-2026, 06:36 WIB
Cara Mudah Cek Nama Penerima BLT 1,8 Juta Rupiah yang Cair di Berbagai Desa Tahun 2026
Jumat / 26-06-2026, 06:28 WIB
Cara Cek 3 Syarat Pencairan Dana PKH dan BPNT Tahap 3 Juli-September 2026
Jumat / 26-06-2026, 06:27 WIB
Mourinho Minta Real Madrid Datangkan Enzo Fernandez, Harga Rp2,4 Triliun Jadi Kendala
Jumat / 26-06-2026, 06:26 WIB
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan Sementara
Jumat / 26-06-2026, 06:26 WIB
Tuduhan Narkoba Bode Miller Dibatalkan Setelah Penangkapan di Idaho
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Karen Derrico Akui Ancam Bunuh dalam Rekaman Telepon
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Motor Tercepat di Dunia Capai 100 km/jam dalam 0,4 Detik, Bertenaga Uap
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Hasil Piala Dunia 2026: Bangkit dari Gol Cepat, Ekuador Gebuk Jerman
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Netflix Kantongi Hak Produksi Film Sesame Street
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB
Apakah Drakor Notes From The Last Row Bakal Lanjut Season 2?
Jumat / 26-06-2026, 06:00 WIB






