Mengolah wastra telah menjadi panggilan hidup bagi desainer Adrie Basuki. Ia selalu memanfaatkan kain tradisional sisa produksi hingga titik darah penghabisan.

Kesempatan terbaru datang dari Pendopo, unit usaha Kawan Lawa yang menjual produk UMKM. Adrie diajak berkolaborasi dalam program Jejak Baru Limbah Wastra untuk merayakan 15 tahun Pendopo.

in1

>>> Cara Mudah Dapat Saldo Dana Gratis dari 7 Game Balap Motor Terpercaya 2026

"Sangat excited karena aku memang sudah mengolah kain limbah dari 2019.

Sayang sekali kalau wastra yang dibuat dengan tangan-tangan terampil dibuang begitu saja," ujar Adrie dalam sesi bincang-bincang di Pendopo Living World Alam Sutera.

Ini bukan kolaborasi pertama Adrie bersama Pendopo.

Namun, proyek kali ini memiliki tantangan tersendiri karena kain sisa yang diberikan berasal dari berbagai mitra UMKM dengan motif dan warna beragam.

"Tantangannya pada eksekusi, bagaimana kain-kain tersebut diolah kembali sehingga saat dipadu-padankan masih seirama," kata pemenang Lomba Perancang Mode 2021 itu.

Kain sisa tersebut diolah menjadi elemen dekoratif pada berbagai atasan seperti blus, sweater, dan outer untuk pria dan wanita.

Agar tidak tampak ramai, Adrie memilih kain dasar lurik berwarna solid seperti hitam dan merah marun.

>>> Cara Mencairkan 3 Bansos Tunai yang Masuk Rekening 26 Juni 2026

Potongan busana dibuat bergaya urban namun cocok untuk segala usia.

"Aku masih belajar bagaimana memahami gen-Z supaya mereka tetap tertarik memakai wastra," tambah perancang yang berbasis di Bogor itu.

Koleksi yang terdiri dari sembilan set busana itu dilengkapi alas kaki dari Yongki Komaladi. Sepatu tersebut juga dihiasi kain wastra sisa produksi dari Pendopo.

Yongki menyambut antusias ajakan kolaborasi meski dadakan.

"Sebagai bentuk tanggung jawab untuk melestarikan kain Nusantara dan mendukung sustainability, saya menyiapkan koleksi khusus," kata desainer sepatu yang sudah 50 tahun berkarier itu.

Program Jejak Baru Limbah Wastra lahir dari gagasan bahwa potongan kain sisa bukan akhir produksi, melainkan peluang menciptakan karya baru.

Kedua desainer berharap kreasi mereka yang dijual di Pendopo dapat menumbuhkan apresiasi budaya Indonesia, terutama di kalangan anak muda.

>>> Negara Asia, Eropa, dan Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela

"Selama 15 tahun, Pendopo tidak hanya menjadi ruang bagi produk lokal, tetapi juga wadah yang menghubungkan karya perajin dengan generasi masa kini," ujar Head of Pendopo Putu Laura.