Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membangun 11 rumah susun (rusun) baru pada tahun 2027.

Langkah ini diambil untuk menjawab keterbatasan lahan dan tingginya harga rumah tapak di ibu kota.

in1

>>> Kode NBA 2K Mobile Bulan Juni 2026 dan Cara Redeemnya

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa hunian vertikal menjadi solusi utama. "Nggak mungkin Jakarta ini orang bisa memiliki lahan.

Kecuali orang yang mampu ya, yang landed. Maka housing yang vertikal inilah yang menjadi kata kunci," ujarnya.

Lokasi Pembangunan Rusun

Sebelas rusun tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis Jakarta.

Lokasinya meliputi Muara Angke, Marunda Cluster A, B, dan C, Komarudin, Rorotan IX, Cakung KM 2, Tongkol Tahap III, Semper Cakung Drain, Bojong Indah, serta Daan Mogot KM 18.

>>> Profil dan Biodata BTR Morenooo, Mid Laner Andalan Bigetron by Vitality

Usulan pembangunan kini tengah diproses di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menyatakan bahwa pengusulan sedang berjalan.

Kelik berharap program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui program 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

"Besar harapan dapat didukung penuh melalui program 3 juta rumah sebagai portofolio bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah," lanjutnya.

>>> Aristoteles, Ilmuwan Pertama yang Jelaskan Gempa Bumi Secara Ilmiah

Hunian di rusun-rusun tersebut diperuntukkan bagi dua kelompok sasaran, yaitu masyarakat terprogram dan masyarakat umum. Hal ini diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 111 Tahun 2024.