Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa kunci utama memajukan Jakarta adalah pemimpin yang mau mendengarkan langsung keinginan dan kebutuhan rakyat.

Menurutnya, kemajuan kota tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik, melainkan dari seberapa jauh pemenuhan kebutuhan warga.

in1

>>> Program Magang Nasional Batch 4 Dibuka Juli 2026, Target 150 Ribu Peserta

"Pemimpin itu harus mendengar.

Bagi saya, Jakarta ini kalau mau baik, maju, nyaman, aman, maka yang paling utama selain membangun infrastrukturnya adalah mendengar apa yang menjadi keinginan warganya," ujar Pramono di Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/6/2026).

Pramono menyampaikan, komitmen mendengarkan aspirasi ini telah ia terapkan sejak awal masa jabatannya.

>>> AHY: Indonesia Tak Perlu Malu Bekerja Sama dengan Negara Lain untuk Perkuat Pertahanan

Langkah itu termasuk membuka ruang diskusi dengan para mantan pemimpin Jakarta terdahulu demi menuntaskan sejumlah persoalan yang lama mangkrak.

Ia mencontohkan proyek infrastruktur yang dibangun berbasis kebutuhan riil warga, seperti pembangunan pedestrian deck di Dukuh Atas.

Fasilitas ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi massal, mulai dari KRL, MRT, LRT, Transjakarta, hingga Mikrotrans.

>>> Menag Tetapkan 10 Muharam sebagai Hari Lebaran Anak Yatim dan Difabel

"Pemimpin harus mendengar apa yang menjadi keinginan warga. Jangan kemudian membangun sesuatu yang tidak diperlukan oleh masyarakat," tegasnya.