PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) memulai proses pengadaan tiga kapal penumpang baru sebagai bagian dari program strategis perusahaan pada 2026.

Total investasi proyek ini mencapai Rp4,5 triliun, yang didukung oleh Penyertaan Modal Negara (PMN).

in1

>>> DFSK E5 Plus, SUV PHEV dengan Jarak Tempuh 140 Km Tanpa BBM

Direktur Utama PELNI Budi Setyawan Wijaya mengungkapkan bahwa pengadaan ini bertujuan memperbarui armada yang sudah berusia di atas 40 tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR, dikutip Kamis (25/6/2026).

Tahapan Pengadaan Kapal

Proses pengadaan dimulai dengan desain kapal (ship design process) pada Juli 2026 hingga Desember 2027, berlangsung selama 17 bulan.

Tahap desain detail dijadwalkan berlangsung dari Juni 2027 hingga Mei 2028.

Pembangunan kapal pertama dimulai Juni 2027 hingga Oktober 2028, dengan penyelesaian hingga Juli 2029.

>>> Airlangga Bantah Pusat Finansial Bali Jadi Surga Pajak

Kapal kedua dibangun mulai November 2027 hingga Maret 2029, dan ditargetkan selesai pada Desember 2029.

Kapal ketiga dikerjakan mulai April 2028 hingga Agustus 2029, dengan target rampung pada Mei 2030.

Budi menjelaskan bahwa pembuatan kapal baru membutuhkan waktu hampir tiga tahun, namun proses sudah dimulai dan diharapkan selesai pada 2029 hingga 2030.

Saat ini PELNI telah memperoleh dukungan prinsip dari PT Danantara Asset Management agar proses pengadaan berjalan sesuai rencana dengan tata kelola yang baik.

Perusahaan juga telah meminta Kementerian Keuangan memastikan pemanfaatan dana PMN 2024 secara akuntabel dan sesuai arahan pemerintah.

>>> Prabowo Serang Pakar 'Sok Pintar' yang Dinilainya Tak Pihak ke Petani

PELNI berkoordinasi dengan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan terkait keterlibatan galangan kapal nasional dalam proyek ini.