Harga Bitcoin merosot sekitar 5 persen ke bawah ambang US$60 ribu pada Rabu (24/6).

Tekanan jual yang kuat di seluruh pasar kripto menjadi penyebab utama penurunan ini.

in1

>>> Ajudan Ungkap Tujuan Sekretaris Pribadi Prabowo Temui Jokowi di Solo

Data pasar real-time menunjukkan Bitcoin berada di kisaran US$59.374. Sementara itu, Ethereum diperdagangkan sekitar US$1.570 setelah mengalami penurunan harian yang serupa.

Menurut data CoinMarketCap, nilai total pasar kripto global turun 4 persen dalam 24 jam terakhir menjadi US$2,06 triliun.

Kapitalisasi pasar Bitcoin juga turun 5 persen menjadi US$1,19 triliun.

Volume perdagangan harian Bitcoin melonjak 17,4 persen menjadi US$35,5 miliar. Hal ini menandakan intensitas penjualan yang meningkat dan volatilitas jangka pendek yang lebih tinggi.

Kerugian bulanan Bitcoin melebar menjadi 22,4 persen per Rabu (24/6).

>>> Penyebab Rentetan Gempa Dahsyat di Dunia Hari Ini

Alhasil, nilai mata uang kripto ini sudah anjlok 32 persen, menyapu bersih keuntungan yang diperoleh sepanjang tahun ini.

Ethereum sebagai mata uang kripto terbesar kedua juga mencatatkan penurunan. Berdasarkan kapitalisasi pasar, koin ini turun 5,4 persen menjadi US$1.567.

Penurunan terbaru terjadi seiring sikap investor untuk mengurangi eksposur terhadap aset spekulatif. Tekanan baru pada saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan turut mempengaruhi.

Ketidakpastian mengenai arah kebijakan The Federal Reserve (The Fed) terus membebani pasar yang sensitif terhadap likuiditas.

Meskipun perjanjian damai sementara antara AS dan Iran meredakan kekhawatiran pasokan energi, aset kripto justru gagal memanfaatkan perbaikan sentimen geopolitik.

>>> Afrika Selatan Tembus 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Korea Selatan

Para investor kini memprioritaskan memegang uang tunai dan memilih profil investasi berisiko rendah. Hal ini menyebabkan aksi jual meluas di pasar aset digital.