Waspada! Penyakit-Penyakit Ini Dipicu oleh Kebiasaan Merokok
Merokok bukan sekadar kebiasaan buruk, melainkan penyebab kerusakan sistemik pada tubuh. Kebiasaan ini menjadi pemicu utama kerusakan organ pernapasan.
Prof. Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp. P(K).
>>> Dari Konvensional ke Listrik: Ini yang Perlu Diketahui Pengguna Baru
, MHPM. , FISR.
, FAPSR, Direktur Utama RSUP Persahabatan sekaligus Penasihat Pengurus Harian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), menegaskan bahwa tidak ada batas aman terhadap paparan asap rokok.
Senyawa berbahaya dalam rokok dapat memicu berbagai penyakit paru kronis yang mematikan. Berikut penyakit paru yang paling sering disebabkan oleh kebiasaan merokok.
Penyakit Paru Akibat Rokok
Kanker paru-paru menempati urutan atas sebagai penyakit paling mematikan akibat rokok. Sekitar 90% kasus kanker paru di dunia dialami oleh perokok aktif.
Zat karsinogenik dalam tar dan asap rokok merusak sel-sel saluran pernapasan, memicu mutasi genetik, hingga tumbuh menjadi tumor ganas.
Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit pernapasan jangka panjang yang membuat pasien kesulitan bernapas akibat penyempitan saluran udara.
Data RSUP Persahabatan menunjukkan sekitar 92% pasien PPOK memiliki riwayat sebagai perokok.
>>> Google Play Perluas Program Pilihan Tagihan, Turunkan Biaya dan Beri Insentif Baru
Kombinasi bronkitis kronis dan emfisema ini bersifat irreversible, hanya bisa dikendalikan gejalanya.
Paparan asap rokok merusak silia, rambut halus di saluran napas yang menyaring bakteri dan virus. Akibatnya, perokok lebih rentan terkena pneumonia, bronkitis, dan komplikasi berat pada Tuberkulosis.
Tantangan dalam Penanganan
Prof. Agus mengungkapkan dua tantangan utama dalam menurunkan angka penyakit paru akibat rokok.
Pertama, efek adiksi nikotin yang memicu gejala putus nikotin seperti sakit kepala, cemas, sulit tidur, dan stres berat.
Kedua, mispersepsi rokok elektrik (vape) yang dianggap lebih aman. Padahal, uap vape tetap mengiritasi saluran napas dan berpotensi memicu kerusakan paru dalam jangka panjang.
Sebagai langkah preventif, Prof. Agus mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas layanan berhenti merokok (smoking cessation) yang tersedia di berbagai rumah sakit.
>>> Gemini 3.5 Flash Kini Mendukung Penggunaan Komputer Native untuk Agen AI
Layanan ini membantu mengatasi adiksi nikotin secara medis dan terpantau.
Update Terbaru
Guru Belum S-1 Bisa Kuliah Gratis, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Kapal PIS Gamsunoro Berhasil Lintasi Selat Hormuz Setelah Tertahan Sejak Maret
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Trump Kecewa Sekutu NATO Tak Bantu AS Lawan Iran
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Tiga Peserta Program Calon Manajer Kopdes Merah Putih Meninggal Saat Latihan Militer
Kamis / 25-06-2026, 14:42 WIB
Panduan Menggunakan Aplikasi Island untuk Gandakan Saldo DANA di 2026
Kamis / 25-06-2026, 14:41 WIB
Cara Verifikasi Lapangan Terbaru 2026: 5 Pertanyaan Penting bagi Penerima Bansos
Kamis / 25-06-2026, 14:41 WIB
Gempa Dahsyat Venezuela Tewaskan 32 Orang, 700 Luka-luka
Kamis / 25-06-2026, 14:35 WIB
PLN Ungkap Penyebab Mati Lampu di Banjarmasin, Ini Daftar Wilayahnya
Kamis / 25-06-2026, 14:35 WIB
Afrika Selatan Bungkam Korea Selatan dan Ukir Sejarah ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
6 Penyebab Sembelit Selain Kurang Serat, dari Kurang Olahraga hingga Kecemasan
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Ini Penyebab Venezuela Diguncang Gempa Magnitudo 7 Dua Kali Sekaligus
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Pelatih Korea Selatan Akui Tanggung Jawab Usai Kalah dari Afrika Selatan
Kamis / 25-06-2026, 14:30 WIB
Bishop Briggs, Penyanyi Hits 'River', Kini di Usia 30-an
Kamis / 25-06-2026, 14:29 WIB
TOP 35 Acara TV serta Rating Terbaik Hari ini 26 Juni 2026 ada Merangkai Kisah Indah Mulai Turun Peringkat
Kamis / 25-06-2026, 14:29 WIB






