Dokter Ungkap Kerusakan Tubuh Akibat Merokok Berlangsung Lambat
Banyak perokok menganggap kondisi kesehatan mereka tetap prima meski telah merokok bertahun-tahun. Anggapan ini sering menjadi alasan untuk tidak berhenti merokok.
Padahal, kerusakan organ tubuh akibat paparan asap rokok berlangsung lambat dan memakan waktu bertahun-tahun. Salah satu dampaknya adalah terhambatnya perbaikan jaringan karena gangguan fungsi darah dalam mengangkut oksigen.
>>> PT Bukit Asam Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp1,32 Triliun
Hal ini dijelaskan oleh dr. Febtusia Puspitasari, Sp. JP, FIHA, FAsCC, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Ia mengatakan bahwa sel darah merah seharusnya mengangkut oksigen, tetapi pada perokok, sel tersebut dibajak oleh karbon monoksida, karbon dioksida, dan nikotin.
Akibatnya, kerusakan pada berbagai jaringan tubuh terus terakumulasi dalam jangka panjang. Masalah utamanya, dampak buruk tersebut tidak langsung dirasakan oleh perokok.
Menurut dr. Febtusia, fenomena ini disebut efek masking, yaitu kondisi yang menyamarkan tanda-tanda kerusakan di dalam tubuh.
Ia menganalogikannya seperti seseorang yang dibius saat operasi: meski tubuh disayat, pasien tidak merasakan sakit.
>>> Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tidak Berubah
"Efek dari nikotin dan segala macam itu ada masking, dia menutupi dan mengurangi rasa nyeri.
Sehingga orang menormalisasi rasa nyeri itu," ujar dr. Febtusia dalam sesi edukasi media di Jakarta, Selasa (09/06).
Ketiadaan gejala langsung membuat mayoritas perokok menyimpulkan tubuh mereka bebas masalah. Padahal, kerusakan organ internal dan pembuluh darah terus berlangsung.
Salah satu contoh nyata adalah pembentukan plak pada dinding pembuluh darah arteri akibat akumulasi zat kimia dari rokok.
Proses penyempitan ini tidak menimbulkan gejala hingga akhirnya memicu serangan jantung atau stroke mendadak.
>>> Suku Bunga BI Naik ke 5,5%, Saham Properti Tertekan
Berhenti merokok secara total menjadi satu-satunya cara untuk memutus rantai kerusakan tersebut.
Update Terbaru
Kenali 4 Tanda Ginjal Rusak dari Warna dan Bau Air Kencing
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Kepergok Curi Ayam Aduan, Pria Tewas Dikeroyok Massa di Tabanan
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Nathalie Holscher Bela Ustaz Syam yang Dihujat Usai Ceramah di Pernikahannya
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Ganjar Hormati Langkah Kaesang Nyaleg dari Solo, Serahkan Penilaian ke Rakyat
Senin / 27-07-2026, 06:56 WIB
Harga Baterai Turun 35%, Tapi Mengapa Harga EV Tak Juga Murah?
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Kecelakaan Maut di Derby, Bayi Perempuan Tewas Bersama Tiga Orang Lain
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 27 Juli 2026: 12 Perjalanan, Tarif Rp8.000
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Jadwal KRL Jogja–Solo 27 Juli 2026: Rute, Tarif Flat Rp8.000, dan 15 Waktu Keberangkatan
Senin / 27-07-2026, 06:35 WIB
Emiliano Grillo Kejar Pimpinan Turnamen Usai Kelahiran Anak Kedua
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Palmeiras Jamu Atletico MG di Laga Perdana Nubank Parque
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Monyet Yatim Punch Rayakan Ulang Tahun Pertama di Kebun Binatang Jepang
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Cara Resmi Dapatkan Robux Gratis di Roblox, Aman dan Legal Juli 2026
Senin / 27-07-2026, 06:28 WIB
Add-on Gratis Chaos Cubed: Pixel Party Hadirkan Lima Minigame Arcade Baru di Minecraft
Senin / 27-07-2026, 06:21 WIB
Mantan Bintang NBA Isaiah Rider Ditahan Lagi karena Langgar Perintah Pengadilan
Senin / 27-07-2026, 06:21 WIB







