PT Bukit Asam Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp1,32 Triliun
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp1,32 triliun.
Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (11/6/2026).
>>> Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tidak Berubah
Dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 45 persen dari total laba bersih perseroan. Laba bersih PTBA pada tahun lalu tercatat mencapai Rp2,93 triliun.
Sisa laba sebesar Rp1,61 triliun atau sekitar 55 persen dialokasikan sebagai saldo laba ditahan. Langkah ini bertujuan memperkuat struktur modal kerja perusahaan.
Pemegang saham akan menerima dividen tunai sebesar Rp114 per lembar saham.
Rasio yield yang terbentuk sekitar 4,33 persen berdasarkan harga penutupan saham di level Rp2.630 per lembar.
Kebijakan Dividen dan Respons Pasar
Kebijakan alokasi modal kerja ini dinilai sebagai titik keseimbangan bagi masa depan korporasi. Manajemen berfokus pada pemenuhan ekspektasi pemegang saham sekaligus mengamankan dana ekspansi.
>>> Suku Bunga BI Naik ke 5,5%, Saham Properti Tertekan
Corporate Secretary PTBA, Eko Prayitno, menyatakan perseroan terus berupaya menjaga kinerja operasional optimal. Upaya tersebut mencakup peningkatan efisiensi, hilirisasi batu bara, dan pengembangan bisnis berkelanjutan.
Penurunan rasio pembayaran dividen dibandingkan periode 2024 yang mencapai 75 persen memicu beragam tanggapan.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai investor perlu melihat ini sebagai peluang investasi jangka panjang.
Efisiensi biaya logistik internal yang didukung integrasi kereta api dan pelabuhan mandiri diprediksi memperkuat posisi perseroan. Struktur biaya PTBA dinilai kompetitif di tengah volatilitas permintaan energi global.
Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beli saham PTBA dengan target harga jangka panjang Rp3.670 per saham.
>>> Menkeu Purbaya Tak Hitung Dampak Fiskal Migrasi Pertamax ke Pertalite
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyarankan strategi wait and see dengan support Rp2.560 dan resistance Rp2.690 per saham.
Update Terbaru
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Strategi Politik Jokowi: Karpet Merah untuk Gibran dan Transformasi Kaesang
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Buffalo Bills Hadapi Ujian Berat di Laga Pembuka Melawan Houston Texans
Senin / 27-07-2026, 02:14 WIB
PGDX 2026 Siap Digelar Akhir Juli di SMX Convention Center Manila
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
GM Raup 70 Sen dari Setiap Dolar Langganan, Hanya 4 Sen dari Penjualan Mobil
Senin / 27-07-2026, 02:07 WIB
Jimmie Johnson Kembali ke No. 48 untuk Balap Perpisahan di Daytona 500 2027
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Utah Talons Kalahkan Chicago Bandits 2-1 di Laga Pembuka Final AUSL
Senin / 27-07-2026, 02:01 WIB
Lucas Glover Protes Teknik AimPoint dengan Melepas Sepatu di 3M Open
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa
Senin / 27-07-2026, 02:00 WIB
Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB
Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris
Senin / 27-07-2026, 01:56 WIB







