Lucas Glover, pemenang enam turnamen PGA Tour, melakukan aksi protes unik pada babak final 3M Open di TPC Twin Cities, Minnesota.

Setelah berhasil melakukan birdie putt sejauh 10 kaki di hole ke-10, ia melepas sepatu dan berjalan dengan kaus kaki untuk mengambil bola dari lubang.

>>> Jalen Brunson Masuk Klub Tanpa Hambatan, Michael Porter Jr. Harus Diperiksa

Tindakan itu merupakan bentuk frustrasinya terhadap pengguna teknik AimPoint yang kerap menginjak-injak area sekitar lubang.

Glover, yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Penasihat Pemain PGA Tour, telah lama mengkritik AimPoint karena memperlambat permainan dan membuat pemain saling menginjak garis putting.

"Saya melihat orang-orang ini menginjak seluruh green dan garis satu sama lain dari jarak dua kaki," ujar Glover dalam podcast Trey Wingo.

"Ini sangat membuat frustrasi, tetapi kita semua di sini berusaha melakukan hal yang sama, yaitu memasukkan bola ke lubang secepat mungkin."

Ia menambahkan bahwa jika teknik itu membantu orang lain, tidak masalah, tetapi pemain harus memantau kecepatan bermain mereka.

>>> Pelaku Serangan Pride Berlin Tewas dalam Baku Tembak dengan Polisi

Setelah aksi protesnya, Glover justru membuat triple bogey pada hole berikutnya.

Rekan setimnya, Max Greyserman, tidak bereaksi dan berhasil melakukan birdie putt sejauh empat kaki tak lama kemudian.

Glover sebelumnya menyatakan tidak ada bukti statistik bahwa AimPoint meningkatkan performa putting dan pernah mengusulkan pelarangan teknik tersebut untuk mengatasi lambatnya permainan di PGA Tour.

AimPoint adalah metode membaca green yang menggunakan kemiringan, kecepatan green, dan perasaan pemain untuk menentukan break dan kecepatan putt.

Teknik ini mengharuskan pemain berdiri di dekat garis dan menggunakan kaki untuk mengukur kemiringan, lalu menggunakan sistem berbasis jari untuk memperkirakan break dari belakang bola.

>>> Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal

Meskipun populer di kalangan banyak juara major seperti Adam Scott, Viktor Hovland, dan Dustin Johnson, para kritikus menilai AimPoint berkontribusi pada masalah kecepatan bermain.