Abdul Ballout, tersangka yang menabrakkan van ke kerumunan dekat festival Pride Berlin dan menyerang orang lain dengan parang, tewas dalam baku tembak dengan polisi, Minggu (26/7).

Jaksa penuntut Berlin mengatakan Ballout sebelumnya berusaha bergabung dengan kelompok Negara Islam (ISIS). Serangan Pride diselidiki sebagai aksi terorisme ekstremis Islam.

>>> Percakapan Terakhir Oliver Tree dengan Sang Ibu: Antusiasme untuk Perjalanan Helikopter yang Fatal

Polisi Berlin dalam pernyataan di X menyatakan Ballout diduga berlari ke arah petugas dengan senjata tikam, sehingga polisi menggunakan senjata api.

Meskipun tim pemadam kebakaran Berlin berusaha melakukan resusitasi, ia meninggal di tempat.

Sebelumnya, Ballout menerobos masuk ke Tiergarten, taman paling terkenal di Berlin, dan menabrak orang-orang di dekat rute parade Pride.

Beberapa korban menderita luka mengancam jiwa, sementara yang lain mengalami luka tusuk.

>>> Profesor Sejarah Temukan Harta Karun Emas Zaman Besi Terbesar di Inggris

Pertumpahan darah terjadi hanya beberapa ratus meter dari pesta penutup festival Pride tahunan Berlin, yang memaksa pejabat membatalkan sisa perayaan.

Ratusan ribu orang telah menghadiri parade Pride Berlin, salah satu perayaan LGBTQ+ terbesar di Eropa.

Warga berkumpul di dekat tempat kejadian untuk berduka dan menunjukkan dukungan bagi komunitas LGBTQ+ Berlin.

>>> Jika Internet Padam Global, Kekacauan dan Satu Miliar Orang Diprediksi Tewas

Pejabat Jerman berjanji meningkatkan keamanan di acara publik mendatang.