Pernahkah Anda membayangkan dunia tanpa internet? Bukan sekadar gangguan sementara, tetapi pemadaman total dan berkepanjangan.

Dampaknya akan jauh lebih dahsyat dari sekadar kehilangan media sosial.

>>> Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor

Dalam hitungan jam, guncangan ekonomi langsung terasa.

Facebook dan Google saja bisa kehilangan lebih dari 380 juta dolar AS dari pendapatan iklan pada hari pertama.

Hampir semua bisnis akan terhenti. Perbankan, jaringan telepon, dan seluruh infrastruktur modern bergantung pada internet untuk beroperasi.

Efek Domino: Listrik Padam, Pompa Bensin Kering

Masalah tak berhenti di situ. Jaringan listrik modern membutuhkan internet untuk mengoordinasikan pembangkit dan gardu listrik.

Tanpa koordinasi, jaringan nasional menjadi tidak seimbang dan pemadaman lokal meluas ke seluruh dunia.

Pipa gas juga ikut berhenti. Tanpa listrik dan koneksi internet, pipa tidak bisa beroperasi.

Krisis bahan bakar pun semakin parah.

Stasiun pengisian bahan bakar memerlukan listrik untuk memompa dan internet untuk memantau tangki, memproses pembayaran, serta memesan pasokan baru.

>>> Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka

Tanpa internet, tidak ada bahan bakar.

Tanpa bahan bakar, truk tidak bisa berjalan. Akibatnya, supermarket tidak mendapat pasokan dan kerusuhan pecah di sekitar pusat distribusi.

Militer dikerahkan, tetapi mereka juga kekurangan bahan bakar dan perbekalan.

Setelah Runtuh: Dunia Terbelah

Dampak jangka panjangnya sangat mengerikan. Di negara maju, pemerintah mungkin berhasil memulihkan jaringan telepon darat dan memulai proses pembangunan kembali.

Namun di tempat lain, ekonomi global kembali ke pertanian subsisten.

Dunia terbelah menjadi dua: mereka yang memiliki infrastruktur darurat yang rapuh, dan mereka yang berusaha bertahan hidup seadanya.

Korban jiwa diperkirakan mencapai satu miliar orang akibat kelaparan, kedinginan, dan kekerasan.

>>> PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional

Dari sisi ekonomi, seluruh planet terlempar ke level yang belum terlihat sejak tahun 1930-an. Skenario ini mengingatkan kita betapa rapuhnya ketergantungan kita pada internet.