Bank Indonesia (BI) mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50% pada 9 Juni 2026.

Kenaikan ini menandai era suku bunga tinggi yang tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga secara global.

>>> Koei Tecmo Ajukan Izin IGRS untuk Buka Pembatasan Region Game di Indonesia

Stephen Kates, perencana keuangan bersertifikat dan analis Bankrate, mengatakan bahwa saat ini dunia sedang bergerak ke arah yang salah.

Di Amerika Serikat, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed juga semakin kuat, meskipun pada pertemuan 17 Juni diperkirakan masih ditahan.

Mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya seperempat poin pada Oktober, dengan peluang 23,5% naik setengah poin pada Desember.

Enam Dampak Langsung bagi Konsumen

Kenaikan suku bunga seperempat poin tidak akan mengubah pengeluaran bulanan secara dramatis dalam semalam.

Namun, bagi rumah tangga dengan banyak utang, biaya tambahan bisa terakumulasi.

Berikut enam dampak yang dapat dirasakan konsumen dari kenaikan suku bunga bank sentral:

1.

Kartu kredit: Kenaikan seperempat atau setengah poin hanya menambah beberapa dolar per bulan untuk saldo rata-rata US$5.000.

2.

>>> Kemenhub: Mayoritas Perjalanan Bus AKAP Langgar Aturan Administratif

Kredit ekuitas rumah (HELOC): Pada saldo US$30.000, pembayaran bulanan naik sekitar US$4 (kenaikan seperempat poin) atau US$8 (setengah poin).

3.

Pinjaman mobil: Pinjaman lima tahun sebesar US$30.000 akan meningkat sekitar US$3 per bulan (seperempat poin) atau US$7 (setengah poin).

4. Pinjaman pribadi: Untuk pinjaman tiga tahun sebesar US$10.000, pembayaran bulanan hanya naik beberapa dolar.

5.

Rekening tabungan dan deposito: Suku bunga lebih tinggi menguntungkan penabung, karena bank mungkin menaikkan imbal hasil, tergantung persaingan.

6. Hipotek: Suku bunga hipotek lebih dipengaruhi imbal hasil obligasi dan inflasi, bukan langsung oleh kebijakan Fed.

Dampak terutama dirasakan peminjam baru atau pemilik hipotek suku bunga variabel.

Kates menambahkan bahwa skor kredit seringkali lebih menentukan biaya pinjaman daripada perubahan kecil suku bunga.

>>> Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan 10 Ribu Kontainer di Tanjung Priok

Membayar tagihan tepat waktu dan menjaga utang tetap terkendali bisa lebih efektif daripada menunggu suku bunga turun.