Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Indeks melonjak 247,3 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,9.

Penguatan ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Nilai tukar rupiah juga menunjukkan stabilitas dengan bertahan di posisi Rp 17.725 per dolar AS.

>>> Promo Es Krim Indomaret 10 Mei 2026: Diskon 50% dan Beli 2 Gratis 2

Bank Indonesia dinilai berhasil menjaga rupiah melalui langkah stabilisasi yang agresif. Kombinasi penguatan IHSG dan stabilitas rupiah memberikan angin segar bagi pasar domestik.

Proyeksi dan Rekomendasi Analis

Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas, Reyhan Pratama, memproyeksikan IHSG berpotensi menuju area 6.700 dalam beberapa bulan ke depan.

Namun, ia mengingatkan potensi koreksi jangka pendek sebagai bagian dari konsolidasi pasar.

Reyhan menyebut area 6.000 sebagai resistance psikologis yang penting. Sementara support kuat IHSG berada di level 5.512.

>>> 4 Hari Besar yang Diperingati Setiap 17 April, dari Petani hingga Kelelawar

Ia merekomendasikan sektor komoditas sebagai pilihan menarik karena pengaruh dinamika global. Sebaliknya, investor disarankan lebih selektif terhadap saham perbankan yang sudah naik signifikan.

Financial Educator Manager Sucor Sekuritas, Hendry Wijaya, menilai koreksi sebelumnya lebih disebabkan krisis kepercayaan investor. Faktor fundamental makroekonomi dinilai tidak menjadi masalah utama.

Hendry mencatat beberapa indikator makro mulai menunjukkan perbaikan. Langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga dinilai efektif menjaga rupiah, ditopang disiplin fiskal pemerintah.

Valuasi saham saat ini dinilai telah memperhitungkan sebagian besar risiko. Investor disarankan memantau pergerakan yield SBN dan arus modal asing.

>>> Gibran Dorong Indonesia Kuasai AI, Bukan Sekadar Pengguna

CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, menekankan pentingnya edukasi bagi investor. Pasar modal bergerak dalam siklus, sehingga investor perlu pendamping untuk mengelola risiko dan menjaga disiplin.