Ketegangan politik antara Amerika Serikat dan Iran memicu perpecahan mendalam di kalangan diaspora Iran di Los Angeles, California, saat tim nasional Iran menahan imbang Selandia Baru 2-2 pada laga perdana Piala Dunia 2026, Senin, 16 Juni 2026.

Kawasan Los Angeles yang dikenal sebagai "Tehrangeles" merupakan rumah bagi komunitas diaspora Iran terbesar di dunia.

>>> Jadwal Piala Dunia 17 Juni 2026: Prancis vs Senegal, Argentina vs Aljazair

Sebagian besar warganya menentang pemerintah Iran saat ini, namun sebagian tetap mendukung tim nasional yang dijuluki Team Melli.

Pertandingan ini menjadi momen krusial karena untuk pertama kalinya negara yang sedang terlibat konflik bersenjata bertanding di wilayah negara lawan politiknya, menyusul eskalasi perang sejak Februari lalu.

Dukungan dan Patriotisme

Dukungan terhadap tim nasional diperlihatkan oleh sejumlah warga yang berkumpul di beberapa restoran lokal untuk menyaksikan pertandingan bersama keluarga mereka.

"Ini tentang sekelompok anak muda yang bermain olahraga," kata Rene Mitchell, seorang dokter gigi yang membawa ketiga putranya ke Flame Persian Restaurant.

"Politik tidak ada hubungannya dengan ini."

Sentimen patriotisme juga dirasakan oleh kelompok pendukung lain yang tetap antusias bersorak di dalam kafe sepanjang jalannya laga.

"Saya sebenarnya tidak terlalu mengikuti olahraga," kata Parisi, seorang imigran asal Iran yang menolak menyebutkan nama belakangnya. "Tetapi kami patriotik.

Kami mencintai negara kami. Kami mencintai tim kami."

Penolakan dan Boikot

Di sisi lain, penolakan keras datang dari kelompok oposisi yang menganggap Team Melli sebagai representasi dari rezim pemerintah Iran yang berkuasa saat ini.

"Pihak yang kalah adalah rakyat Iran," kata Roozbeh Farahanipour, mantan pemimpin pemberontakan mahasiswa tahun 1999 yang kini mengelola restoran di Westwood Boulevard.