Kemenhub: Mayoritas Perjalanan Bus AKAP Langgar Aturan Administratif
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa mayoritas perjalanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) terindikasi melanggar ketentuan administratif.
Temuan ini diperoleh dari pengawasan digital melalui aplikasi Terminal Online System (TOS) di 115 terminal sepanjang 1 Januari hingga 12 Juni 2026.
>>> Bea Cukai Ungkap Penyebab Penumpukan 10 Ribu Kontainer di Tanjung Priok
Data TOS mencatat total pergerakan bus AKAP mencapai 1,7 juta perjalanan berangkat yang melayani 22,7 juta penumpang, serta 1,7 juta perjalanan datang dengan 21,7 juta penumpang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 989.176 perjalanan bus berangkat (57,85 persen) dan sekitar 1 juta perjalanan bus datang (57,47 persen) terindikasi melakukan pelanggaran.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyatakan bahwa sistem digital terintegrasi memungkinkan pemantauan operasional kendaraan secara lebih efektif.
"Dengan sistem ini, kami dapat mengidentifikasi berbagai pelanggaran yang berpotensi mempengaruhi keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya," ujar Aan dalam keterangan resmi pada Minggu (14/6/2026).
Pelanggaran administratif yang paling dominan meliputi penyimpangan rute trayek, masa berlaku uji berkala kendaraan (BLUe) yang kedaluwarsa, dan Kartu Pengawasan (KPS) yang tidak berlaku.
>>> Ekonomi Indonesia Berpotensi Tumbuh 5,4 Persen pada 2026
Pada bus berangkat, tercatat 579.641 penyimpangan trayek, 265.673 uji berkala kedaluwarsa, dan 447.961 KPS mati.
Sementara pada bus datang, terdapat 577.788 penyimpangan trayek, 287.068 uji berkala kedaluwarsa, dan 474.185 KPS tidak berlaku.
Aan menegaskan bahwa kepatuhan operator terhadap persyaratan administrasi dan teknis masih harus ditingkatkan demi keselamatan masyarakat.
Ditjen Perhubungan Darat juga merilis sejumlah perusahaan otobus (PO) dengan angka pelanggaran tertinggi, yaitu PT SSR, PT EMPS, PT PP, PT SJML, dan PT BDM.
Kemenhub telah melakukan penindakan langsung dan akan menindaklanjuti hasil evaluasi melalui pembinaan berkala serta penguatan sistem digital.
>>> HokBen Tawarkan Promo Gratis Fried Chicken Sepanjang Mei 2026
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau seluruh operator memastikan armada laik jalan dan memenuhi persyaratan teknis serta administratif," pungkas Aan.
Update Terbaru
Didier Deschamps Jagokan Spanyol Juara Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Acer Luncurkan Monitor Gaming Predator dan Nitro dengan Teknologi DFR
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Austria vs Yordania: Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Ganti Oli Mobil Anda Mungkin Tertunda Meski Selat Hormuz Dibuka Kembali
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Cara Menghilangkan Iklan di HP Oppo yang Mengganggu
Selasa / 16-06-2026, 23:35 WIB
Prancis Targetkan Kemenangan atas Senegal di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:34 WIB
Mohamed Salah Cetak Rekor Langka di Piala Dunia Tepat di Hari Ulang Tahun ke-34
Selasa / 16-06-2026, 23:34 WIB
PT KAI Resmi Ubah Nama Argo Bromo Anggrek Menjadi KA Anggrek
Selasa / 16-06-2026, 23:34 WIB
Mohammed Al-Owais Ukir Rekor Penyelamatan Terbanyak di Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 23:33 WIB
Kode Redeem FF 13 Mei 2026: Diskon Diamond 10% dari Garena Kiosgamer
Selasa / 16-06-2026, 23:33 WIB
5 Tanda Kulit Wajah Butuh Chemical Peeling, dari Kusam hingga Jerawat
Selasa / 16-06-2026, 23:32 WIB
Ricky Nelson Resmi Jadi Pelatih Baru Persis Solo di Championship
Selasa / 16-06-2026, 23:32 WIB
BCA Syariah Catat Pertumbuhan Pembiayaan Emas 136 Persen
Selasa / 16-06-2026, 23:32 WIB
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Resmi Menikah di Bali, Momen Haru dari Kamari
Selasa / 16-06-2026, 23:32 WIB






