Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperketat pengawasan keselamatan transportasi laut di lintasan penyeberangan Merak–Bakauheni mulai Senin (15/6/2026).

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur sekolah 2026.

>>> Purbaya Yudhi Sadewa Belum Pastikan Efisiensi Anggaran Makan Bergizi Gratis

Pengawasan dilakukan melalui pengujian kelaiklautan armada kapal penumpang.

Pemeriksaan mencakup validitas dokumen kapal dan awak kapal, kesiapan peralatan keselamatan, perangkat radio komunikasi dan navigasi, kondisi konstruksi dan mesin kapal, hingga implementasi sistem manajemen keselamatan.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Samsuddin, menjelaskan bahwa inspeksi ini bertujuan memastikan kesiapan seluruh armada yang beroperasi.

"Pemeriksaan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan kapal-kapal yang melayani masyarakat selama masa libur sekolah berada dalam kondisi laik laut dan siap beroperasi secara aman," ujarnya.

Petugas bersama Marine Inspector KSOP Kelas I Banten telah memeriksa lima kapal Ro-Ro di lintasan Merak–Bakauheni pada 10–12 Juni 2026.

Kapal-kapal tersebut adalah KMP Shanaya, KMP Wira Berlian, KMP Caitlyn 7, KMP Royce I, dan KMP Legundi.

Dari pemeriksaan tersebut, tim menemukan sejumlah temuan minor. Operator kapal diwajibkan segera melakukan perbaikan sesuai Instruksi Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor IR-DJPL 4 Tahun 2026.

Samsuddin menambahkan bahwa seluruh pemangku kepentingan harus menjaga kepatuhan terhadap standar keselamatan. Pergerakan masyarakat pengguna transportasi laut diproyeksikan meningkat tajam selama liburan.

ASDP Siapkan Diskon dan Fasilitas Tambahan

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) turut mengoptimalkan armada dan meningkatkan fasilitas pendukung di pelabuhan.

>>> Ulama Berbeda Pandangan Soal Status Nasab Anak di Luar Nikah

Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu ber-AC, penguat sinyal, tempat pengisian daya, kursi pijat, dan area tenant.