Bank Indonesia bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memperketat pengawasan terhadap peredaran tautan berbagi saldo acak pada hari ini, Selasa (16/6/2026).

Langkah ini diambil untuk melindungi masyarakat dari modus penipuan siber yang menjanjikan saldo dana gratis melalui domain tidak resmi.

>>> Ratusan Mahasiswa Stanford Walk Out Saat Pidato CEO Google Sundar Pichai

Fitur berbagi saldo acak sebenarnya merupakan fasilitas resmi di aplikasi dompet digital. Fungsinya mirip amplop hari raya digital dengan isi berbeda-beda.

Namun, saldo gratis yang beredar umumnya bukan berasal langsung dari perusahaan dompet digital, melainkan dari pengguna lain atau pihak ketiga yang mengadakan program hadiah.

Pihak Pengembang Pastikan Keamanan Akun

Hingga hari ini, aplikasi dompet digital yang diawasi mencatat rating 4,6 dari 10,1 juta ulasan per 11 Juni 2026.

PT Espay Debit Indonesia Koe selaku pengembang resmi terus melakukan pembaruan berkala, dengan pembaruan terakhir pada 9 dan 11 Juni 2026.

Pihak pengembang menjelaskan bahwa tampilan nama dan nomor telepon sengaja dimunculkan untuk membantu verifikasi akun secara mandiri.

"Hal tersebut dimunculkan agar Kakak dapat mengecek kesesuaian nomor dan nama akun. Tetap tenang, keamanan akun Kakak terjamin," ujar perwakilan PT Espay Debit Indonesia Koe.

Cara Membedakan Tautan Asli dan Penipuan

Vice President of Corporate Communications DANA, Putri Dianita, menegaskan bahwa informasi pembagian saldo gratis hingga jutaan rupiah yang beredar di media sosial adalah hoaks.

>>> Nobar Piala Dunia 2026, Pemprov Gorontalo Sambil Sosialisasi Pajak

Kasus serupa pernah terjadi pada 3 Desember 2021 dengan klaim palsu saldo Rp1 juta untuk 300 orang.

"Informasi tersebut adalah hoaks. Dompet digital tidak pernah membuat promo di luar akun dan situs resmi," kata Putri Dianita.