Ratusan mahasiswa Stanford University melakukan aksi walk-out massal saat CEO Google, Sundar Pichai, menyampaikan pidato wisuda pada akhir pekan lalu.

Aksi ini dilaporkan oleh Media Indonesia pada Selasa (16/6).

>>> Nobar Piala Dunia 2026, Pemprov Gorontalo Sambil Sosialisasi Pajak

Sekitar 200 lulusan dari total 2.000 mahasiswa sarjana Stanford meninggalkan kursi mereka tepat saat Pichai naik ke podium.

Para pengunjuk rasa menyuarakan ejekan, meniup peluit, dan membentangkan spanduk. Mereka memprotes peran Google dalam Project Nimbus, kontrak layanan cloud senilai miliaran dolar dengan pemerintah Israel.

Proyek tersebut dituduh memfasilitasi penindasan terhadap warga Palestina.

Selain itu, para mahasiswa juga mengkritik kerja sama Google dengan Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan kontrak AI dengan Pentagon melalui Google DeepMind.

>>> Larung Sesaji di Telaga Ngebel Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

"Kami tidak butuh miliarder teknologi lain untuk memberi tahu kami cara menjadi kaya dari pembunuhan dan pengawasan terhadap warga Palestina serta imigran AS.

Katakan pada CEO Google bahwa dia tidak disambut di sini," ujar penyelenggara aksi.

Setelah meninggalkan lokasi utama, para mahasiswa mengadakan upacara alternatif bernama People's Commencement di seberang tempat acara resmi. Mereka menghadirkan aktivis Aljazair-Palestina, Mahmoud Khalil.

Khalil, mantan organisator mahasiswa Universitas Columbia, sempat ditahan oleh agen ICE pada tahun 2025 selama 104 hari tanpa dakwaan resmi.

>>> Anime Yomi no Tsugai Episode 7 Segera Tayang, Ungkap Masa Lalu Asa

Meskipun menghadapi gangguan besar, Sundar Pichai tetap melanjutkan pidatonya. Ia fokus pada narasi perjalanan hidup pribadi dan menghindari topik kecerdasan buatan yang sensitif di kalangan akademisi.