Google tengah mengerjakan proyek unik bernama Debug yang menggunakan nyamuk untuk menekan penyebaran penyakit berbahaya.

Proyek ini tidak berkaitan dengan perbaikan perangkat lunak, melainkan memanfaatkan metode biologi untuk mengendalikan vektor penyakit.

>>> 7 Fakta Menarik Tanjung Verde, Negara Kepulauan Indah di Atlantik

Penyakit yang menjadi target utama antara lain demam berdarah dengue (DBD), Zika, chikungunya, demam kuning, dan malaria.

Google berencana mengembangbiakkan hingga 32 juta ekor nyamuk di lingkungan khusus untuk kemudian dilepaskan di Amerika Serikat.

Mekanisme dan Teknologi yang Digunakan

Tim ilmuwan dan insinyur membiakkan nyamuk jantan spesies Aedes aegypti yang membawa bakteri alami Wolbachia.

Bakteri ini mencegah nyamuk jantan menghasilkan keturunan saat kawin dengan nyamuk betina liar.

Telur yang dihasilkan dari perkawinan tersebut dipastikan tidak akan menetas, sehingga populasi serangga pembawa penyakit menurun secara bertahap.

Proses pembiakan berskala besar ini mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengontrol seluruh tahapan.

AI digunakan dalam sistem pembiakan otomatis, sensor, analitik data, dan computer vision untuk memisahkan nyamuk jantan dan betina secara akurat.

>>> Wamentan Bantah Hindari Dialog dengan Mahasiswa UGM

Sistem AI juga memetakan lokasi dan menentukan jumlah pelepasan yang paling efektif.

Google menegaskan bahwa program ini tidak melibatkan rekayasa genetika, bahan kimia, atau racun.

Rencana Pelepasan dan Uji Coba

Google telah mengajukan izin kepada Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) untuk melepas nyamuk di California dan Florida.

Pelepasan total 32 juta ekor nyamuk direncanakan selama dua tahun, atau sekitar 16 juta ekor per tahun.

Spesies yang dilepaskan aman bagi manusia karena nyamuk jantan tidak menggigit dan tidak menularkan penyakit.

Program Debug telah dikembangkan selama hampir satu dekade dengan Singapura sebagai pusat penelitian internasional pertamanya.

Uji coba di Singapura menunjukkan intervensi nyamuk berbakteri Wolbachia mampu menekan populasi Aedes aegypti hingga 80-90 persen.

>>> DJI Osmo Pocket 4P Resmi Meluncur, Bawa Sensor Lebih Besar dan AI Canggih

Kasus dengue di wilayah uji coba tersebut menurun lebih dari 70 persen dalam waktu enam hingga 12 bulan.