Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat penguatan pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026).

Nilai tukar rupiah naik 0,33 persen ke posisi Rp17.921 per dolar AS, didorong oleh meredanya ketegangan geopolitik global.

>>> Thomas Tuchel Bawa Standar Elit ke Timnas Inggris demi Piala Dunia 2026

Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyebut kesepakatan awal antara pemerintah AS dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai faktor utama.

Kabar positif itu meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi global dan memicu penurunan harga minyak dunia.

Harga minyak mentah Brent merosot ke level terendah dalam tiga bulan terakhir, sementara pasar saham global ikut menguat.

Meski demikian, situasi pasar masih dinamis karena pelaku ekonomi menanti realisasi konkret dari kesepakatan damai tersebut.

"Investor menunggu rincian mengenai waktu implementasi perjanjian karena gencatan senjata permanen masih perlu dinegosiasikan," ujar Ibrahim, Selasa (16/6/2026).

Sentimen pasar juga dipengaruhi kebijakan moneter bank sentral utama.

Bank Sentral Jepang (BOJ) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 1 persen, tertinggi dalam 31 tahun.

Sementara itu, Bank Sentral Australia mempertahankan suku bunga di level 4,35 persen.

>>> Neuralink Gandeng Samsung Garap Chip Generasi Keempat

Dari dalam negeri, kekhawatiran pasar kembali meningkat akibat memanasnya isu perang dagang dengan AS.

Rencana AS menerapkan tarif impor tambahan terhadap beberapa produk Indonesia diproyeksikan menekan kinerja ekspor sektor manufaktur nasional.

Kebijakan proteksionisme itu berisiko menurunkan daya saing komoditas lokal di pasar AS, menurunkan utilisasi pabrik, mengganggu iklim investasi, dan menghambat penyerapan tenaga kerja.

Pemerintah AS berencana menerapkan tarif tambahan berdasarkan Pasal 301 Trade Act 1974 secara bertahap mulai 24 Juli 2026, setelah sebelumnya menetapkan forced labor tariff sebesar 10 persen.

Pemerintah Indonesia memproyeksikan besaran tarif terhadap produk nasional bisa melonjak hingga 18 persen setelah investigasi kapasitas berlebih selesai.

Untuk perdagangan Rabu (17/6/2026), fokus pelaku pasar akan beralih pada hasil rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) dan Bank of England (BOE).

Investor juga menanti pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh untuk membaca arah kebijakan suku bunga AS.

>>> FIFGROUP Borong Lima Penghargaan HR Asia Awards 2026

Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak pada rentang Rp17.690 hingga Rp17.728 per dolar AS.