JD Vance: Penundaan Publikasi MoU AS-Iran karena Detail Teknis
Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memberikan klarifikasi terkait penundaan publikasi nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara televisi di New York pada Senin (15/6/2026).
>>> Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Pasien Rumah Sakit Dievakuasi
Menurut Vance, penundaan tersebut bukan karena isi substansi perjanjian, melainkan akibat penyelesaian sejumlah detail teknis mengenai mekanisme pelaksanaan di lapangan.
"Ada beberapa detail teknis yang perlu diselesaikan.
Hal ini tidak berkaitan dengan isi MoU itu sendiri, melainkan lebih kepada bagaimana kesepakatan tersebut akan diimplementasikan di lapangan," ujar Vance dalam wawancara dengan NBC News yang dikutip RIA Novosti pada Selasa (16/6/2026).
Harapan AS dan Peran IAEA
Pemerintah AS mengharapkan hasil nyata dari kesepakatan ini demi kesuksesan posisi Iran dalam komunitas internasional.
Langkah tersebut menuntut kepatuhan penuh Iran terhadap seluruh ketentuan yang disepakati, terutama terkait pembatasan program nuklir.
>>> AS Janjikan Dana Rekonstruksi Rp5 Kuadriliun untuk Iran jika Hentikan Program Nuklir
"Kami ingin Iran menjadi negara yang sukses dan bertindak layaknya negara normal dalam komunitas internasional.
Namun, hal itu hanya bisa terwujud jika mereka menunjukkan komitmen jangka panjang untuk tidak mengembangkan senjata nuklir," tegas Vance.
Dalam dokumen kerja sama tersebut, AS menggandeng Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memusnahkan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Kesepakatan strategis ini juga mengatur pemberian izin bagi para inspektur nuklir internasional untuk masuk kembali ke wilayah Iran guna mengawasi dan menjamin transparansi program.
Sebelum penjelasan ini disampaikan, naskah kesepakatan final telah dikonfirmasi oleh Presiden AS Donald Trump dan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi setelah proses penandatanganan digital pada Minggu (14/6/2026).
>>> Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah Jadi Momentum Perkuat Kebersamaan
Perwakilan kedua negara dijadwalkan akan menandatangani dokumen kerja sama tersebut secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026.
Update Terbaru
Promo Produk Segar Hypermart Jawa 14-18 Mei 2026, Diskon Daging hingga Buah
Selasa / 16-06-2026, 22:34 WIB
Austria Hadapi Yordania pada Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:34 WIB
AS Larang Anthropic Edarkan Model AI Claude Fable dan Mythos
Selasa / 16-06-2026, 22:33 WIB
Estimasi Biaya Tol dan BBM Jakarta-Yogyakarta Pakai Avanza
Selasa / 16-06-2026, 22:33 WIB
Umat Muslim Boleh Mulai Puasa Qadha Ramadan Sejak 2 Syawal
Selasa / 16-06-2026, 22:33 WIB
Pemerintah Tetapkan 3 Long Weekend pada Kalender Libur Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:32 WIB
Apple Resmi Jual iPhone 17e di Indonesia, Harga Lebih Terjangkau
Selasa / 16-06-2026, 22:32 WIB
J.CO Sediakan Promo Beli 1 Gratis 1 Khusus Burger hingga 17 Mei 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:32 WIB
Argentina Waspadai Aljazair Jelang Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:32 WIB
Austria vs Yordania: Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:32 WIB
Promo Indomaret 14-20 Mei 2026: Diskon Susu UHT, Camilan, dan Deterjen
Selasa / 16-06-2026, 22:29 WIB
Dua Pemain Pecahkan Rekor Tinggi Badan Sepanjang Sejarah Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:29 WIB
Daftar Hari Besar 28 April: Nasional dan Dunia
Selasa / 16-06-2026, 22:28 WIB
Aljazair Siap Sulitkan Argentina di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Selasa / 16-06-2026, 22:28 WIB






