Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kembali menguat dalam beberapa hari terakhir. Penguatan ini didorong oleh realisasi berbagai kebijakan pemerintah yang berhasil memperbaiki sentimen pasar.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa pemulihan instrumen finansial tersebut merupakan hasil konkret dari langkah strategis otoritas.

>>> Argentina Bersiap Hadapi Aljazair pada Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Salah satu pendorong utamanya adalah roadshow Danantara ke 122 investor internasional di Hong Kong, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat untuk penerbitan obligasi global perdana.

"Kalau kita lihat beberapa hari terakhir ini baik dari pasar modal kita maupun rupiah mengalami penguatan relatif cepat juga," kata Rosan dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Senin (15/6/2026).

"Percepatan ini tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan apa-apa."

Permintaan tinggi terhadap global bond Danantara didominasi oleh investor dari Amerika Serikat. Hal ini menjadi indikator kuat tingginya keyakinan asing terhadap ekonomi Indonesia.

Rosan menjelaskan bahwa tantangan utama selama ini bukan berasal dari fundamental dalam negeri, melainkan faktor persepsi pasar.

Kini persepsi tersebut mulai bergerak ke arah positif setelah investor melihat respons kebijakan yang tepat.

"Nah pada saat mereka melihat bahwa oh ternyata apa yang dilakukan Danantara dan kebijakan-kebijakannya ini membalikkan momentum," ujar Rosan.

"Persepsi yang tadinya agak ragu-ragu mengenai ekonomi Indonesia berubah setelah mereka lihat Indonesia merespons secara baik dan benar."

Perubahan cara pandang investor global sangat krusial karena fundamental ekonomi nasional dalam jangka menengah hingga panjang dinilai masih sangat kokoh.

Meski pasar saham fluktuatif, tren positif diharapkan terus meningkat karena mayoritas investor asing berinvestasi untuk jangka panjang.