Lonjakan harga saham SpaceX berlanjut pada Selasa (16/6/2026) hingga mendorong kapitalisasi pasar perusahaan menembus 2,75 triliun dolar AS atau sekitar Rp 48.807 triliun.

Pencapaian tersebut menempatkan perusahaan antariksa milik Elon Musk sebagai perusahaan publik paling bernilai kelima di dunia.

>>> Jose Mourinho Bantah Rumor ke Real Madrid, Fokus Perpanjang Kontrak di Benfica

Nilai pasar SpaceX kini melampaui kapitalisasi pasar Amazon yang sebesar 2,65 triliun dolar AS dan semakin mendekati Microsoft sebesar 2,92 triliun dolar AS.

Saham SpaceX tercatat menguat 8,7 persen ke level 209,30 dolar AS per saham, melonjak lebih dari 54 persen dibandingkan harga IPO sebesar 135 dolar AS per saham.

Analis Nilai Valuasi Sarat Spekulasi

Meskipun demikian, peningkatan valuasi perusahaan dinilai oleh sejumlah analis belum didukung fundamental yang memadai.

Tahun lalu, SpaceX membukukan penjualan sebesar 18,67 miliar dolar AS, tetapi mencatat rugi bersih 4,94 miliar dolar AS setelah merger dengan xAI yang juga masih merugi.

Analis senior Swissquote Bank, Ipek Ozkardeskaya, menyatakan bahwa valuasi SpaceX saat ini sulit dibenarkan secara fundamental karena sarat spekulasi.

"Kami dapat mengatakan dengan pasti bahwa valuasi ini sama sekali tidak masuk akal untuk saat ini.

Orang membeli saham SpaceX dengan harapan investor lain akan membeli dan mendorong harga lebih tinggi. Itu adalah spekulasi," ujar Ipek Ozkardeskaya.

Perdagangan opsi saham SpaceX juga resmi dimulai pada hari yang sama. Instrumen baru ini dinilai berpotensi memicu pergerakan harga yang lebih agresif akibat keterbatasan likuiditas.

"Jika permintaan opsi beli tinggi, para dealer mungkin akan dipaksa membeli saham SpaceX di tengah kondisi likuiditas yang masih terbatas," kata Brent Kochuba, Pendiri SpotGamma.