Tiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat menguat pada perdagangan Selasa (16/6/2026). Penguatan ini dipicu oleh penurunan harga minyak yang meredakan kekhawatiran inflasi global.

Optimisme pasar muncul setelah adanya potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Dow Jones Industrial Average bahkan sempat menyentuh rekor intraday baru.

>>> Superindo Promo Weekday 11-14 Mei 2026: Diskon Ayam hingga Deterjen

Meskipun sektor energi tertekan 0,4 persen akibat harga minyak mentah yang turun ke level terendah dalam hampir tiga bulan, sentimen pasar secara keseluruhan tetap positif.

Pada pukul 20:42 WIB, Dow Jones naik 360,77 poin atau 0,70 persen ke 52.031,80.

S&P 500 menguat 7,49 poin atau 0,10 persen ke 7.561,78, dan Nasdaq Composite bertambah 35,07 poin atau 0,13 persen ke 26.719,01.

Sektor keuangan memimpin penguatan pada tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 dengan kenaikan 1,1 persen.

Saham Goldman Sachs naik 1,3 persen, JPMorgan bertambah 1,8 persen, dan Bank of America menguat 1,2 persen.

Saham SpaceX melonjak hampir 9,5 persen, melampaui valuasi Amazon sebagai perusahaan publik terbesar kelima di AS.

Perusahaan milik Elon Musk itu juga mengumumkan rencana akuisisi Anysphere senilai US$ 60 miliar untuk memperkuat posisi di kecerdasan buatan sektor enterprise.

Sektor chip memori menunjukkan performa positif dengan kenaikan Western Digital sebesar 9 persen dan Seagate Technology sebesar 6 persen.

Namun, indeks teknologi S&P 500 justru melemah 0,5 persen setelah reli tajam sebelumnya.

Saham Qualcomm naik 3,6 persen setelah muncul laporan pembahasan akuisisi startup chip AI Tenstorrent senilai US$ 8-10 miliar.

>>> Reza Arya Pratama Akhiri Masa Bakti di PSM Makassar