Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan pertandingan sepak bola, tetapi juga kisah-kisah manusiawi yang mengharukan. Salah satunya datang dari penyerang Timnas Irak, Ali Al-Hamadi.

Pemain berusia 24 tahun itu akan memulai petualangannya di Grup I melawan Norwegia di Boston. Namun, baginya, turnamen ini lebih dari sekadar ajang olahraga.

>>> Timnas Prancis Gelar Latihan Resmi di New Jersey Jelang Lawan Senegal

Ali Al-Hamadi lahir di Irak, tetapi masih bayi ketika orang tuanya memutuskan meninggalkan tanah air pada awal 2000-an.

Mereka melarikan diri dari situasi sulit di bawah rezim Saddam Hussein.

Keluarga itu akhirnya menetap di Liverpool, Inggris, tepatnya di kawasan Toxteth. Di sanalah Al-Hamadi tumbuh besar dan mulai mengenal sepak bola melalui kompetisi usia muda.

Kini, lebih dari dua dekade setelah keluarganya meninggalkan Irak, Al-Hamadi kembali mengenakan lambang negara di dadanya. Ia bersiap tampil di panggung sepak bola terbesar dunia.

>>> Saham SpaceX Melonjak Tajam, Dekati Valuasi Pasar Amazon

Al-Hamadi mengaku keikutsertaannya bersama Irak di Piala Dunia 2026 memiliki makna yang sangat besar bagi kedua orang tuanya.

Menurutnya, sang ibu dan ayah telah melalui pengorbanan luar biasa demi masa depan yang lebih baik.

Jersey Irak yang dikenakan Al-Hamadi bukan sekadar seragam tim.

>>> Cadangan Minyak Darurat AS Menyusut ke Level Terendah Sejak 1983

Ia adalah simbol perjalanan panjang, air mata, dan harapan sebuah keluarga yang pernah meninggalkan segalanya demi kehidupan yang aman.