Harga batu bara dunia melonjak signifikan sepanjang tahun 2026. Kenaikan ini memicu rekomendasi positif bagi saham sektor energi di Indonesia.

Riset Phintraco Sekuritas menunjukkan harga batu bara telah naik 42 persen year to date menjadi US$151,25 per ton.

>>> Pefindo Beri Peringkat idAAA untuk WOM Finance, Pasar Kuat Jadi Penopang

Level tersebut merupakan yang tertinggi sejak September 2023.

Analis memproyeksikan harga saham sektor energi berpotensi naik hingga 57 persen. Target ini didukung oleh faktor fundamental yang kuat.

Pemicu Kenaikan Harga Batu Bara

Kenaikan harga dipicu oleh kebijakan pemangkasan kuota produksi batu bara nasional menjadi 600 juta ton.

Selain itu, kenaikan harga minyak dan eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong lonjakan.

>>> Hacker Manfaatkan Video TikTok dan Instagram Reels untuk Sebar Malware

Kondisi tersebut mengancam pasokan LNG global. Akibatnya, banyak negara Asia melakukan fuel switching dari gas ke batu bara.

Phintraco menuliskan bahwa peralihan ini menopang permintaan dan harga batu bara global. Faktor domestik juga turut memengaruhi sektor ini.

Pemerintah Indonesia menetapkan sejumlah kebijakan strategis sepanjang 2026.

Di antaranya rencana penerapan windfall tax, peningkatan porsi Domestic Market Obligation (DMO), dan peluncuran enam proyek gasifikasi batu bara lewat Danantara senilai Rp164 triliun.

>>> IHSG Melesat 4,12 Persen ke Level 6.254,96 pada Penutupan Perdagangan

Pemerintah juga merancang skema tata kelola ekspor baru via PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Proses ekspor komoditas strategis ini akan diambil alih secara bertahap mulai tahun 2027.